Mendikbud Nadiem : Tugas GURU Lebih Sulit Dibanding MENTERI

Mendikbud Nadiem : Tugas GURU Lebih Sulit Dibanding MENTERI

Jumat, 28 Februari 2020



Merdekabelajar.my.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menyebut tugas guru saat ini lebih sulit dibanding dengan tanggung jawab menteri.

Hal tersebut diungkapkan Nadiem Makarim dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"Saya kalau bicara dengan guru-guru, sudah jelas bahwa ini adalah satu tugas tersulit di negara kita, menjadi guru. Saya bisa bilang menjadi menteri mungkin lebih mudah daripada jadi guru,” ujar Nadiem Makarim di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut Nadiem Makarim, kehebatan guru terlihat saat mendidik banyak murid dalam satu kelas dengan latar belakang berbeda.

Nadiem Makarim menilai guru dapat memberikan pembelajaran kepada muridnya tanpa memilah-milah.

"Bayangkan semua murid dalam kelas punya sosial ekonomi berbeda, punya kepribadian berbeda, punya pola belajar berbeda, punya orangtua berbeda, dan lain lain," kata Nadiem.

"Tapi guru harus memastikan dengan resource yang minim saya pastikan pembelajaran itu terjadi. Jadi kompleksitas tugas guru luar biasa," tambah Nadiem.

Gugup

Nadiem Makarim mengaku dirinya gugup saat pertama kali mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (6/11/2019).

Pada awal pemaparannya, nada suara Nadiem agak terbata-bata dan bergetar.

"Maaf saya sedikit kaku, ini pertama kali masuk gedung ini. Maaf kalau saya sedikit kaku dan gugup," ujar Nadiem di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Meski begitu, Nadiem mengaku tidak akan mengecewakan dalam memberikan pemaparan kepada para anggota Komisi X DPR RI.

"Tapi sebagai representasi milenial, semoga saya tidak mengecewakan generasi saya," tutur Nadiem.

Dipanggil mas menteri

Sebelum rapat bersama anggota Komisi X DPR RI, Nadiem yang mengenakan batik abu-abu menyalami satu per satu anggota dewan di ruang rapat.

Mantan CEO Gojek ini bersama Dirjen Kemendikbud kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan pimpinan Komisi X DPR RI.

Tampak duduk di bangku pimpinan Komisi X DPR RI diantaranya Ketua Komisi X, Syaiful Huda (Fraksi PKB), Wakil Ketua Agustina Wilujeng (Fraksi PDIP), Hetifah Sjaifudian (Fraksi Partai Golkar), Dede Yusuf (Fraksi Partai Demokrat), dan Abdul Fikri Faqih (Fraksi PKS).

Syaiful Huda lalu mengajak anggota Komisi X untuk memanggil dengan panggilan 'mas' karena masih muda.

"Lebih enaknya kita sebut saja 'mas menteri'," tutur Syaiful yang disambut tawa anggota Komisi X DPR RI.

Panggilan ini disambut senyum oleh Nadiem.

Syaiful lalu menjelaskan bahwa agenda sidang berisi dengan perkenalan Nadiem sebagai Mendikbud, serta pemaparan program kerja Kemendikbud.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda (Fraksi PKB), sempat melontarkan pantun saat rapat kerja perdana bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

Pantun ini dialamatkan untuk Nadiem yang baru pertama kali mengikuti rapat dengan DPR, setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Mendikbud.

Sebelum memulai, Syaiful meminta para anggota Komisi X DPR RI menjawab dengan kata "cakep" setelah dirinya membaca satu bait pantunnya.

"Mohon tiap bait dibilang cakep ya," ujar Syaiful di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Syaiful lalu melanjutkan membacakan pantun yanh dibuatnya untuk Nadiem. Puisi tersebut menyinggung soal Nadiem yang meninggalkan Gojek demi menjadi Mendikbud.

"Pergi ke pasar, naik ojek. Tidak lupa membeli cangkul. Nadiem Makarim meninggalkan gojek, demi mengabdi go school," tutur Syaiful yang disambut tawa peserta rapat.

Menanggapi hal tersebut, Nadiem mengaku sangat senang dengan pantun Syaiful.

"Terima kasih untuk pantunnya bapak. Saya suka sekali," tutur Nadiem dengan senyum mengembang.

Sumber : tribunnews.com 

Demikian berita aktual yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare...