UN Dihapus dan Diganti AKM, Guru Harus Kuasai 2 Hal Ini !

UN Dihapus dan Diganti AKM, Guru Harus Kuasai 2 Hal Ini !

Selasa, 25 Februari 2020

Hasil gambar untuk mendikbud hapus UN

Merdekabelajar.my.id - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan segera dihapus dan diganti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Untuk mematangkan konsep, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mulai melakukan uji coba AKM pada Senin (24/2) hingga Rabu (26/2).

Waka Kurikulum SMAN 2 Malang, Nurul Firdaus mengatakan uji coba AKM hari ini diikuti siswa kelas XI dan guru-guru. Untuk siswa diberi waktu 1 jam dan guru 2 jam.

“Semua guru baik guru mata pelajaran UNBK (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan kejuruan) maupun bukan,” terangnya.

Nurul menjelaskan, soal yang disuguhkan Kemendikbud berupa pilihan ganda dan essay. Selain literasi dan numerisasi, soal yang diberikan juga seputar psikologi.

“Tapi saya masih bingung bagaimana penilaiannya. Pengujian karakter itu gimana. Karena soal ini kan belum tentu dijawab jujur. Jadi susah mengenali ini karakter anak yang gimana,” terang guru TIK ini.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana mengatakan memang AKM tidak dilakukan berdasar mata pelajaran atau penguasan materi kurikulum seperti Ujian Nasional.

Dalam AKM, terdapat pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa yaitu Literasi dan numerisasi.

“Kalau Numerasi itu untuk penguasaan kompetensi dasar mereka terhadap angka, sedangkan literasi pada kebahasaan,” jelasnya pada Minggu (23/2) di Dream Café Jalan Retawu Malang.

Literasi kata dia bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut.

Sedangkan Numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka.

“Namun saat ini kami masih melakukan uji coba yang lebih optimal, sehingga secara teknis banyak yang perlu dikaji ulang,” ujarnya.

Selain itu pada survey karakter, sejumlah standar juga diterapkan di dalamnya. Misalnya dimasukkannya karakter nilai-nilai pancasila.

“Misalnya saja karakter peduli dengan lingkungan dan sesama manusia, kalau kepedulian kurang, mereka masih ada waktu satu tahun perbaikan,” tutupnya.

Sumber : radarmalang.id

Demikian berita utama yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat