7 Kiat Menjadi Guru yang Dirindu Siswa di Era Merdeka Belajar

7 Kiat Menjadi Guru yang Dirindu Siswa di Era Merdeka Belajar

Kamis, 12 Maret 2020

Hasil gambar untuk Merdeka Belajar

Merdekabelajar.my.id - Profesi guru berada di posisi terdepan dalam mendidik generasi masa depan. Bentuk kompetensi dan karakter masyarakat di masa depan, merupakan hasil guru mendidik di masa sekarang. 

Karenanya, sosok guru dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Selain kompetensi tersebut, sebenarnya ada satu hal penting dan sarat makna, namun seringkali terlupa oleh guru. 

Apa itu? Di era Merdeka Belajar, guru harus bisa menjadi sosok pendidik yang dirindukan siswanya. 

Liza Rezeki, guru SMPN 27 Tanjung Jabung Timur, Jambi menyampaikan untuk menjadi guru dirindukan tentunya berawal dari kegiatan pembelajaran di kelas. 

" Guru harus berusaha memaksimalkan potensi yang dimiliki siswa. Sering-seringlah memberi pujian atas kebaikan yang dilakukan siswa. Hindari menggunakan kalimat yang menghakimi atau menyinggung perasaan siswa," ujar Liza yang juga merupakan fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation. 

Liza kemudian memberikan tujuh  kiat menjadi guru yang dirindukan siswa di era Merdeka Belajar: 

1. Kuasai materi pelajaran 

Memang guru bukanlah satu-satunya sumber belajar siswa. Mereka bisa belajar dari buku, internet, atau sumber lain yang relevan. Hanya bila guru tidak menguasai materi pelajaran, guru tidak akan maksimal membantu siswa menguasai materi pelajaran. 

2. Mengajar dengan cara berbeda 

Ini penting sekali untuk membuat siswa termotivasi dalam belajar. Lakukan cara yang selalu berbeda setiap mengajar di kelas. Minimal seminggu sekali, ajak siswa belajar di luar kelas. Manfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. 

3. Disiplin dan bertanggung jawab 

Dua kata di atas mudah diucapkan tetapi sulit diterapkan. Guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai figur dalam berdisiplin dan bertanggungjawab. 

Libatkan siswa dalam menciptakan atau membuat kesepakatan dalam menerapkan kedisiplinan dan tanggungjawab dalam belajar. 

4. Mendidik dengan hati 

Guru bukan hanya sekadar pekerjaan atau profesi. Guru juga dimaknai sebagai pengabdian dan ibadah. Cintai dan perlakukan siswa dengan tulus seperti anak kita sendiri. 

Dalam mengajar atau memberi hukuman lakukan dengan hati dan tujuan mendidik. Maka yang akan mereka terima adalah rasa kasih sayang, bukan dendam. 

5. Ramah dan selalu tersenyum 

Guru memang harus menjunjung disiplin tetapi jangan abaikan sikap ramah kepada siswa. Dengan ramah dan tersenyum memberikan kesan guru yang ‘terbuka’. Membuka diri untuk membantu kesulitan siswa. Siswa akan merasa nyaman dan terlindungi oleh gurunya. Cara ini bisa membantu guru membimbing siswa dalam mengambil keputusan yang tepat. 

6. Responsif

Guru yang responsif berarti berusaha untuk memahami dan mempelajari karakteristik siswa. Langkah ini dilakukan agar guru tahu model belajar yang dibutuhkan siswa sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Guru yang responsif dengan kondisi siswanya akan lebih mudah diterima. 

7. Beri kepercayaan 

Memberi kepercayaan pada siswa, dapat membuat mereka merasa dapat diandalkan. Guru tidak boleh under estimate atau tidak percaya dengan kemampuan siswanya. 

Beri penugasan yang menantang siswa untuk berpikir, memecahkan masalah, dan berkreasi. Kepercayaan tersebut, eeringkali mendorong siswa menghasil karya pembelajaran yang melebihi ekspektasi kita orang dewasa.

Sumber : kompas.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare...