Disesalkan, Masih Ada Sekolah Buat Kegiatan Berkumpul Bersama Guru

Disesalkan, Masih Ada Sekolah Buat Kegiatan Berkumpul Bersama Guru

Jumat, 27 Maret 2020


Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Ada sekolah di Mataram yang masih meminta guru masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan yang membuat guru berkumpul. Tindakan itu disesalkan karena tidak memperhatikan imbauan pemerintah tentang social distancing atau pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Pihak sekolah seharusnya mematuhi imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Mataram dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dari pantauan Suara NTB, ada sekolah yang meminta guru masuk dan melakukan kegiatan bersama di sekolah. Kegiatan  sampai membuat para guru duduk berdekatan, tidak sesuai surat edaran dari Walikota Mataram agar menghindari kontak fisik langsung dan menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Untuk diketahui siswa di Kota Mataram diliburkan selama 14 hari mulai dari Senin, 16 Maret 2020 sampai dengan Sabtu, 28 Maret 2020.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti mengatakan sebaiknya guru mematuhi larangan dari Kemendikbud agar sekolah melaksanakan protokol pencegahan virus Corona. Guru sebaiknya melaksanakan pembelajaran dengan model dalam jaringan (daring) atau memberikan tugas kepada siswa. Ia berharap sekolah bisa mematuhi aturan dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kemdikbud melarang keras ada kegiatan (yang tidak sesuai pencegahan Corona) di sekolah,” katanya.

Ermawanti menyampaikan, pembelajaran secara daring perlu dilakukan agar siswa bisa belajar di rumah. Diakuinya pembelajaran secara daring tidak seefektif pembelajaran di sekolah, tapi itulah yang harus dilaksanakan oleh guru di situasi seperti ini. “Saat ini IGI  NTB dengan beberapa lembaga seperti rumah belajar Kemdikbud, juga Sekolah Guru Indonesia NTB dan organisasi lainnya sedang merancang pembelajaran jarak jauh yang bertujuan untuk memudahkan guru dan siswa belajar bersama-sama dengan memanfaatkan teknologi,” katanya.

Kepala Dinas Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., dikonfirmasi terkait hal itu, menegaskan pelaksanaan kegiatan di sekolah harus sesuai imbauan Dinas Kesehatan yaitu melakukan kegiatan dengan prinsip social distancing. “Sesungguhnya guru-guru ingin mengambil waktu jeda ini dengan memanfaatkan beberapa hal penting ke depannya, seperti  koordinasi, sosialisasi Virus Corona kepada siswa,” katanya.

Terkait masih adanya kegiatan sekolah yang membuat guru duduk dan berkumpul berdekatan, Fatwir mengatakan semua kebijakan dan regulasi sekolah diserahkan ke kepala sekolah yang paling tahu situasi dan kondisi sekolahnya masing-masing.

Ia mengakui masih ada guru datang ke sekolah karena memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengesahan ijazah bagi alumni yang mau melamar pekerjaan, atau yang berhubungan dengan mata pelajaran, jadwal ujian dan lainnya yang perlu diketahui masyarakat.

“Kita menunggu petunjuk berikutnya dari Pemerintah Kota Mataram bagaimana ke depan dengan kehadiran guru-guru di sekolah. Yang jelas saat ini guru-guru bergiliran piket hadir di sekolah, supaya ada pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sumber : www.suarantb.com

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.