Kiat Guru Mengajarkan Matematika dengan Menyenangkan Sesuai Cara Berpikir Anak SD

Kiat Guru Mengajarkan Matematika dengan Menyenangkan Sesuai Cara Berpikir Anak SD

Sabtu, 14 Maret 2020

Hasil gambar untuk Matematika Itu Menyenangkan

Merdekabelajar.my.id - Matematika menjadi mata pelajaran yang menyenangkan. Syaratnya, pengajar dapat mengajak anak mewujudkan materi matematika ke dalam praktik sehari-hari. Misalnya permainan engklek untuk menghitung luas bangun datar.

Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dengan materi Realistic Mathematics Education (RME) dan Joyful Learning Mathematic bagi guru SD. Kegiatan itu dibagi menjadi dua gelombang, setiap gelombang ada empat kali pertemuan.

Pertemuan gelombang I pada 8, 14, dan 15 Februari 2020, sedangkan untuk gelombang II pada 22, 28, dan 29 Februari 2020. Dua gelombang sebanyak 300 peserta itu bertemu bersama pada Sabtu (7/3/2020).

Diklat dibuka dengan oleh Kepala Bidang Guru Ketenagakerjaan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Mamik Suparmi. Menurutnya, kegiatan itu memiliki tujuan memberikan gambaran pada guru-guru SD tentang matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan.

Instruktur tidak perlu didatangkan dari luar kota karena potensi guru-guru Surabaya luar biasa. Banyak guru Surabaya yang sudah melanglang buana ke negara-negara Asia Tenggara, Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang. Pelatihan itu gratis.

Hari pertama diklat materi pertama RME disampaikan oleh Riski pengajar di SDN Sidotopo I Surabaya. Ia memiliki segudang prestasi, antara lain juara1 OGN bidang Matematika tingkat nasional, juara 2 Guru Prestasi 2019 tingkat Jawa Timur, awardee Bantu Guru Melihat Dunia ke Jepang oleh PPI Dunia pada 2018, 1st best Mathematics Teaching and Learning Models Competition, dan lainnya.

Ia berkisah tentang pembelajaran di negara-negara maju. Di Jepang, saat pembelajaran di dalam kelas ada empat pendamping, di antaranya profesor dan pakar-pakar pendidikan. Itu dilakukan karena siswa SD merupakan aset bangsa sehingga saat pembelajaran perlu pendampingan.

“Ide tentang pembelajaran matematika realistik harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap kehidupan masyarakat, serta permasalahan yang didapat harus sesuai dengan imajinasi siswa,” kata Riski.

Upaya menjadikan kelas menyenangkan dan siswa bersemangat dibagikan pada materi kedua. Supriyo, pengajar di SDN Sidotopo II Surabaya pernah mengikuti diklat guru-guru matematika se-Asia Tenggara tentang joyful learning. Guru bukan hanya sebagai pengajar tetapi menjadi mitra siswa dalam pembelajaran. Siswa tidak merasakan paksaan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Peserta diklat mendapat soal-soal matematika yang harus dikerjakan dengan cara sesuai kemampuan berpikir anak SD yang bersifat konkret. Cara menyelesaikan permasalahan dalam matematika ternyata ada banyak cara sesuai dengan cara berpikir anak SD.

Tugas guru-guru peserta diklat adalah menemukan ide inovatif tentang konsep-konsep matematika. Peserta diklat 150 guru sehingga ide inovatif dan kreatif yang dihasilkan juga 150. Itu yang akan memajukan pendidikan di Surabaya.

Ide inovasi dan kreatif yang sudah dihasilkan masing-masing peserta kemudian dipilih beberapa untuk dipaparkan di depan seluruh peserta diklat. Ada ide yang menggunakan jaring-jaring bangun datar berperekat untuk mengajarkan jaring-jaring bangun datar.

Ada lagi ide menarik yang menggunakan track hot wheels untuk mengajarkan hubungan jarak, waktu, dan kecepatan. Yang tidak kalah unik adalah permainan engklek untuk menghitung luas bangun datar.

Rika Kartika Sari menyampaikan dengan berbinar senang, diklat seperti ini sungguh bermanfaat, ternyata matematika itu bisa disampaikan dengan menyenangkan dengan pendekatan RME dan Joyful Learning Mathematic. Jika ide kreatif itu terus dikembangkan, siswa akan bahagia belajar matematika.

Sumber : tribunnews.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare...