Masih Ngantor Saat Corona, Nadiem : Guru Tak Boleh ke Sekolah "Kehadiran Fisik tidak Menjadi Ukuran Kinerja"

Masih Ngantor Saat Corona, Nadiem : Guru Tak Boleh ke Sekolah "Kehadiran Fisik tidak Menjadi Ukuran Kinerja"

Sabtu, 21 Maret 2020

Mendikbud Nadiem Makarim

Merdekabelajar.my.id - Mendikbud Nadiem Makarim mendapat informasi terkait adanya tenaga pendidik di kawasan terdampak virus Corona COVID-19 yang masih datang ke sekolah atau perguruan tinggi. Dia pun menekankan agar aktivitas mengajar dilakukan dari rumah secara online.

"Guru dan dosen di wilayah terdampak COVID-19 sebaiknya tidak pergi ke sekolah atau kampus sementara waktu ini. Saya mendengar banyak tenaga pengajar yang masih beraktivitas normal. Saya tekankan, aktivitas bekerja, mengajar, atau memberi kuliah bisa tetap dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi," kata Nadiem dalam keterangan tertulis pada Jumat (20/3/2020).

Menurut Nadiem, ada sekitar 166 pemerintah daerah dan 832 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang telah meniadakan aktivitas di sekolah dan perguruan tinggi. Nadiem menyarankan agar semua guru dan dosen bekerja dari rumah.

"Kalau siswa atau mahasiswanya belajar di rumah atau tempat tinggal masing-masing, maka para pendidik dan pegawai juga bisa bekerja dari rumah," tegas Nadiem.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kinerja para pengajar tidak diukur dengan kehadiran fisik. Pembelajaran dapat tetap dilakukan dari rumah secara digital atau online.

"Kehadiran fisik tidak menjadi ukuran kinerja. Yang terpenting adalah pembelajaran tetap berjalan dan terus terjadi. Hanya caranya yang berubah menjadi pembelajaran daring," ujar Nadiem.

Nadiem mengungkapkan, perubahan metode pembelajaran menjadi online memang tidak mudah dilakukan. Dia mengimbau semua pihak agar tetap menjalankan arahan Presiden, yaitu bekerja dan belajar dari rumah.

"Saya tahu ini tidak mudah bagi semua pihak, tetapi kita harus mencoba. Tujuan utamanya adalah memastikan hak memperoleh pendidikan tetap berjalan, sesuai anjuran Bapak Presiden untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah," tutur Nadiem.

Menurut Nadiem, komunikasi menjadi hal penting dalam kegiatan belajar-mengajar secara online. Hal ini dapat dilakukan dengan metode sederhana dan tidak harus menggunakan peralatan yang canggih.

"Tidak harus selalu memakai peralatan yang canggih, tetapi bisa juga dilakukan dengan metode sederhana. Yang paling penting adalah komunikasi," sambungnya.

Selain itu, Nadiem meminta Dinas Pendidikan dan Pimpinan Perguruan Tinggi di kawasan terdampak COVID-19 dapat memberikan pedoman atau prosedur teknis pelaksanaan pembelajaran secara online kepada pengajar sesuai dengan kondisi di daerah masing-masing. Dia meminta agar pedoman tersebut tetap dibuat sesuai dengan kebijakan bekerja dari rumah yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ini kan kewenangan masing-masing dinas pendidikan ataupun perguruan tinggi. Bisa diatur lebih lanjut detail prosedurnya, mekanismenya. Apa-apa saja yang menjadi hak dan tanggung jawab masing-masing sehingga ada kejelasan dan tidak terjadi kebingungan. Pemda perlu konsisten memberikan arahan mengenai hal ini," tutur Nadiem.

"Bisa jadi pedoman tersebut tidak sama untuk antarjenjang, antarprogram, atau antarwilayah," imbuhnya.

Sumber : detik.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.