"Merdeka Belajar", Siswa SD Bisa Belajar Santai di Luar Kelas Sambil Memegang Laptop

"Merdeka Belajar", Siswa SD Bisa Belajar Santai di Luar Kelas Sambil Memegang Laptop

Rabu, 11 Maret 2020

Hasil gambar untuk siswa sd main laptop diluar kelas

Merdekabelajar.my.id - Beberapa orang siswa SDN 1 Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, belajar di luar ruangan, mereka tidak sedang dihukum gurunya.

Namun, karena ruangan sudah penuh, mereka bisa belajar santai di luar kelas sambil memegang laptop. 

Sebagian siswa itu bisa mengikuti mata pelajaran di luar ruangan, namun mereka bisa mendapatkan pelajaran yang sama dengan peserta didik yang di dalam ruang kelas.

Sebab, mereka menggunakan model pembelajaran yang sudah terkoneksi ke masing-masing perangkat.

"Kami sedang belajar tentang materi cerita fiksi,” kata seorang siswi SD N 1 Wonosari, Daun Laili Berkasih (9) kepada wartawan, Selasa (10/3/2020). 

 Pembelajaran menggunakan model baru ini memang sudah biasa dilakukan oleh siswa di SDN 1 Wonosari, karena disana sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk untuk pembelajaran ' Merdeka Belajar'.

Menurut Daun, belajar dengan alat bantu fasilitas teknologi menyenangkan, begitu juga model kegiatan belajar mengajar (KBM) manual. 

Mereka belajar di bawah pohon rindang, Nampak sejumlah anak berkumpul. Salah satu dari mereka mengoperasikan laptop.
"Dua-duanya asyik. Pakai HP (gawai) juga bisa diajari mama,” ucap Daun. 

Kabid TK SD Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Sumarto mengatakan, sudah ada lima sekolah menerapkan program pembelajaran digital.

Adapun sekolah yang sudah menerapkan SDN 1 Wonosari, SMPN Karangmojo, dan SMA N 1 Playen.

Ada dua sekolah yang lain yang juga mendapatkan bantuan, namun belum sebanyak tiga sekolah yang lain adalah SDN 1 Mulusan serta SDN Pampang II, Paliyan.

"Untuk SD N 1 Wonosari, SMPN Karangmojo, dan SMA N 1 Playen, setiap sekolah mendapatkan 27 unit laptop, sementara dua sekolah lain masih 3 unit laptop," kata Sumarto.

Dijelaskannya, dalam laptop sudah terinstal aplikasi dari Google sehingga hanya bisa digunakan untuk belajar mengajar.

Di mana pun para siswa bisa belajar karena masing-masing siswa sudah dibekali akun yang bisa digunakan untuk mengakses KBM.

Meski diakuinya, saat ini masih terbatas laptop.

"Saat ini Gunungkidul baru yang pertama sekolah negeri yang menerapkan itu. Masing-masing siswa diberikan akun Google dengan penyimpanan tak terbatas," ucap Sumarto.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, saat ini dunia pendidikan berkembang pesat. Hampir setiap anak sudah menggunakan gawai, dan hal itu bisa digunakan untuk belajar.

Berbagai aplikasi sudah bisa diunduh untuk mengikuti pelajaran di sekolah tanpa takut tertinggal pelajaran.

Di SDN 1 Wonosari merupakan bagian dari contoh masing-masing anak yang diberikan kebebasan untuk menentukan tema pembelajaran, memilih mata pelajaran lalu guru akan memandu.

 “Ini merupakan konsep merdeka belajar, di mana guru merdeka murid merdeka. Anak-anak terbiasa pegang HP. Itu tidak salah, asalkan orang tua mengarahkan, misalnya beberapa waktu bermain game, langsung pindah ke belajar melalui HP,” ucap Bahron.

Dijelaskannya, pihaknya sejak tahun 2015 sudah memulai menggunakan metode pembelajaran menggunakan aplikasi, dan baru intens di 2017.

Hal itu didukung program Google for education datang di tengah semangat untuk belajar. Sudah lebih dari 50 sekolah mengembangkan model merdeka belajar, baik di SD maupun SMP. 

Dengan program  baku namun anak bisa memilih potensi apa yang akan dikembangkan. Anak memiliki multitalenta yang ketika diberikan fasilitas untuk berkembang,  guru memfasilitasi maka akan lahir bakat untuk dikembangkan.

Sumber : kompas.com

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare...