Sekolah Kurang Siswa, Sertifikasi Guru PNS Terganggu, Kehilangan Rp 4 - Rp 5 Juta Per Bulan

Sekolah Kurang Siswa, Sertifikasi Guru PNS Terganggu, Kehilangan Rp 4 - Rp 5 Juta Per Bulan

Senin, 16 Maret 2020

Sekolah Kurang Siswa, Sertifikasi Guru PNS Terganggu, Kehilangan Rp 4 - Rp 5 Juta Per Bulan

Merdekabelajar.my.id - Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji menyatakan, akibat setiap tahun pada PPDB SMPN kurang siswa, saat ini guru seperti pada stres di SMPN 3 kurang murid.

PPDB zonasi pada Juli 2020 itu tak berlaku seperti di Kabupaten Batola.

Sumarji mencontohkan saat ini guru-guru di SMPN 3 Marabahan Batola stres mencari murid baru.

Akhirnya sertifikasi guru PNS terganggu karena sekolah kurang murid sehingga harus mencari tambahan jam mengajar ke sekola lain.

“Dengan tak terpenuhinya jam mengajar guru SMP, 40 jam per minggu, maka guru akan kehilangan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan. Wajar guru stres,” katanya.

Menurut Sumarji, sangat wajar di Kota Banjarmasin dibuat peraturan wali kota dari Permendikbud No 44 Tahun 2019, tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis zonasi jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

“Sebab, jika di Banjarmasin tak dibua perwali, maka akan terjadi rebutan siswa antarsekolah,” katanya.

Menurutnya, dari puluhan SMPN di Kota Banjarmasin itu sangat ramai dan tepat untuk dizonasikan pada PPDB 2020 ini.

Berbeda dengan kabupaten Batola tentu tidak ramai jika PPPDB dizonasikan karena semua SMP selalu kurang murid.

Sumber : tribunnews.com

Demikian berita aktual yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.