UN 2020 di Batalkan, PGRI Usul Anggaran UN di Pakai Bayar Gaji Guru Honorer

UN 2020 di Batalkan, PGRI Usul Anggaran UN di Pakai Bayar Gaji Guru Honorer

Minggu, 29 Maret 2020

Nadiem Minta Waktu untuk Wujudkan Perubahan

Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Mendikbud Nadiem Makarim mengajukan realokasi anggaran senilai Rp 405 miliar ke DPR. Anggaran ini berasal dari batalnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang kemudian diajukan untuk penanganan virus corona..

Menyikapi hal ini, Persatuan Guru Republik Indonesia Indonesia (PGRI) mengusulkan realokasi anggaran UN itu bisa juga dipakai untuk membayar gaji guru honorer swasta, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebab, selama ini nasib dan kesejahteraan guru honorer kurang diperhatikan.

"Kami meminta pemerintah memerhatikan gaji guru honorer di sektor swasta. Dana ujian nasional untuk bayar guru honorer di swasta, terutama guru di daerah 3T," jelas Wasekjen Pengurus Besar PGRI, Jejen Musfah. Demikian dilansir kumparan, Sabtu (28/3) malam.

Selain itu, Jejen mendesak pemerintah menjamin tunjangan profesi guru (TPG) tetap cair selama sekolah diliburkan karena pandemi virus corona.

"Kami meminta pemerintah menjamin TPG dicairkan kepada guru," ungkapnya.

Usul Internet Gratis

Sementara terkait kebijakan penutupan sekolah dan siswa belajar di rumah yang diperpanjang, Jejen mengusulkan pemerintah bekerja sama dengan operator untuk menggratiskan akses internet.

"Kami juga meminta pemerintah untuk mendorong perusahaan penyedia internet memberikan kuota gratis kepada guru-guru," terang Jejen.

Menurutnya, hal ini bertujuan agar siswa dan guru mendapat kemudahan dalam kegiatan belajar secara online.

"Kendalanya kan lemahnya akses dan fasilitas untuk PJJ (pembelajaran jarak jauh) bagi daerah, guru, dan siswa tertentu," pungkasnya.

Sumber : www.gurukuaan.com

Demikian berita yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.