6 Catatan Penting Guru, Belajar di Rumah, Ubah Pola Tatap Muka Jadi Daring

6 Catatan Penting Guru, Belajar di Rumah, Ubah Pola Tatap Muka Jadi Daring

Kamis, 02 April 2020

Siswa Belajar dari Rumah, Guru Jangan Gaptek - SINDOMANADO

Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Dilaksanakannya pembelajaran di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19, merupakan tantangan baru untuk kami para guru. Pembelajaran daring (dalam jaringan atau online) menjadi pola baru yang membuat guru harus belajar kembali. 

Mengubah pola belajar dari tatap muka langsung menjadi daring memang tidak mudah. Pembelajaran daring yang paling mudah adalah pemberian tugas melalui grup WA paguyuban kelas yang pemantauannya juga dilakukan melalui grup WA tersebut. 

Beberapa guru ada juga yang menggunakan aplikasi rumah belajar, Google Classroom, Webex, Zoom Cloud Meeting, dan masih banyak lainnya. 

Setidaknya ada 4 hal menjadi catatan penting terkait pembelajaran di rumah yang telah berjalan lebih dari 2 minggu ini: 

1. Minim pengalaman online learning 

Mengingat minimnya pengalaman guru dalam menyediakan pembelajaran online, ada beberapa kendala yang dihadapi. 

Kebanyakan model belajar jarak jauh yang diberikan adalah berupa pemberian tugas, sehingga, tidak sedikit wali murid yang mengeluh karena beban belajar yang banyak dari para guru. 

Selain itu, tidak semua siswa mempunyai alat komunikasi, sehingga pembelajaran daring tidak bisa diakses. 

Pemantauan proses pembelajaran daring juga lebih sulit karena biasanya siswa hanya mengirimkan hasil akhir sebagai produk penugasan. Proses mencapai keberhasilan proyek tidak ada dalam rancangan pembelajaran yang disediakan guru. 

2. Jangan membebani siswa 

Hal penting yang perlu diperhatikan guru dalam pemberian tugas hendaknya tidak terlalu membebani siswa atau orangtua. 

Guru harus kreatif dalam menentukan tugas dan memilih jenis tagihan yang diharapkan. Jika hanya mengerjakan soal atau meringkas buku bisa menjadi beban untuk siswa. 

Buat penugasan yang membuat siswa tetap kreatif dalam belajar. 

Misalnya menulis cerita kegiatan di rumah, merancang jadwal kegiatan harian di rumah bersama orangtua, reportase kegiatan memasak, menulis laporan percobaan atau pengamatan, membuat cergam (cerita bergambar), membuat permainan bersama keluarga, dan lain sebagainya. 

Bagi siswa tidak memiliki alat komunikasi atau keterbatasan signal HP, maka tugas manual bisa dilakukan. Misalnya, memanfaatkan buku paket atau lembar kerja yang dibuat sendiri oleh guru. Yang terpenting tetap menfasilitasi dan mendorong siswa untuk belajar dari rumah. 

3. Kreatifitas tugas 

Variasi penugasan juga dapat diberikan dengan memperhatikan tema-tema yang dekat dengan siswa dan orangtua. 

Contoh, saat pandemi Covid-19 ini siswa diminta mengidentifikasi tumbuhan di sekitar rumah yang bisa menguatkan stamina, membuat proyek disinfektan dengan bahan-bahan alami, atau membuat masker dari bahan-bahan yang tersedia di rumah. 

Agar pemantauan prosesnya juga terjaga, siswa bisa diminta membuat video atau menuliskan laporan dari kegiatan yang dilakukan. Difoto dan dikirimkan via WA. 

4. Jangan lupa membaca 

Kegiatan literasi atau membaca buku bacaan yang biasanya dilakukan pada awal pembelajaran, hendaknya jangan dilupakan. Ingatkan siswa dan orangtua tetap melakukan pembiasaan membaca 

Kegiatan literasi ini dapat dilakukan oleh siswa sendiri atau dibantu orangtua dengan kegiatan membaca bersama. Kegiatan ini juga mendukung program gerakan literasi nasional yang melibatkan keluarga dalam pelaksanaannya. 

5. Pembentukan Karakter 

Kesempatan pembelajaran di rumah ini juga bisa dimanfaatkanjuga untuk mengembangkan pembentukan karakter siswa. Misalnya siswa dilibatkan membuat jadwal harian mereka di rumah. 

Mulai dari membuat jadwal harian membantu orangtua, berolahraga atau kegiatan mencegah agar tidak tertular covid-19, sampai bertanggungjawab mengerjakan tugas proyek dari guru. Jadwal ini juga perlu dibahas bersama orangtua siswa. 

6. Libatkan orangtua 

Peran orangtua dalam pembelajaran di rumah sangat penting. Tidak hanya mendampingi anaknya belajar, namun juga memastikan anak melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjalankan himbauan agar terhindar dari penyebaran covid-19.

Melalui kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan penugasan di rumah dapat membantu ketercapaian tujuan pembelajaran yang tetap membuat siswa kreatif serta waspada dengan wabah covid-19. 

Penulis: Diannita Ayu Kurniasih, Guru SDN 2 Sukorejo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah

Sumber : kompas.com

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.