Bantu Mengurangi Beban Orangtua Akibat Covid-19, SPP SMA/SMK Digratiskan Tiga Bulan

Bantu Mengurangi Beban Orangtua Akibat Covid-19, SPP SMA/SMK Digratiskan Tiga Bulan

Rabu, 08 April 2020

Seragam Gratis untuk Siswa SMA/SMK Baru Dibagikan September ...

Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Untuk mengurangi beban orangtua siswa akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto membebaskan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMA sederajat di Kepri.

Hal itu disampaikan Isdianto saat rapat dengan walikota dan bupati se-Kepri dalam video conference percepatan penanganan virus Korona di Kantor Gubernur di Dompak, Minggu (5/4).

Isdianto tidak merinci kapan akan diberlakukan. Namun kemungkinan akan dimulai April, Mei hingga Juni atau sampai berakhirnya semester ini.

Pembebasan SPP ini berlaku untuk SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Kepri sesuai kewenangan pemprov.

Pembebasan uang SPP itu dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat di masa merebaknya Covid-19 ini.

Hal ini juga dibenarkan Rudi Chua, anggota DPRD Kepri. ”Tadi sudah diputuskan Pak Gubernur. Teknisnya nanti akan diatur Dinas Pendidikan Kepri. Pas rapat tadi diputuskan dan Kadisdik juga hadir dalam rapat itu,” kata Rudi Chua.

Ia mendukung dan mengapresiasi putusan tersebut karena saat ini perekonomian mandek. Warga juga mengalami kesulitan keuangan. Keputusan itu setidaknya bisa membantu masyarakat.

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua menuturkan, di sela-sela pembahasan bersama itu, ia sempat menyampaikan usulan pemotongan minimal 50 persen iuran SPP tingkat SMA sederajat di Kepri.

Usulan itu disambut baik H Isdianto bahkan merencanakan menggratiskan untuk tiga bulan ini. Terkait teknis pembahasan akan dibahas kembali bersama Kepala Disdik Kepri, Dali.

”Dari hasil komunikasi tadi, Pak Isdianto setuju menggratiskan tiga bulan ini. Terkait waktunya akan dibahas teknis kepala OPD terkait,” ujarnya

Bahkan menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan imbauan kepada lembaga pendidikan swasta tingkat SMA sederajat bisa memberikan keringanan.

Khususnya bagi orangtua siswa yang berdampak dari wabah virus Korona ini.

”Saya sudah komunikasi dengan beberapa pengelola lembaga sekolah swasta, mereka ada yang setuju memberikan keringanan kepada orangtua siswa yang berdampak atau bahkan tak mampu. Pengajuan orangtua siswa itu nantinya akan dievaluasi,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan ini perlu dilakukan di tengah kondisi wabah yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Apalagi ada sebagian orang yang berdampak langsung dari kejadian ini.

Mereka diantaranya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan harian. Bahkan beberapa pelaku usaha memutuskan menutup sementara usahanya.

Seperti baru-baru ini, ada pengumuman dari pengelola pihak hotel menutup sementara usahanya. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan di Tanjungpinang dan juga Batam serta beberapa daerah lainnya.

Dituturkannya, dari hasil komunikasi itu, beberapa rekannya yang tergabung dari perwakilan pengusaha dan pendeta se-Tanjungpinang berencana menyiapkan 3.000 sampai 4.000 baju hamzat atau alat pelindung dari bagi tenaga medis yang bekerja memberikan pelayanan kepada pasien terpapar virus Korona.
Selain itu, merencanakan menyediakan membagikan 40.000-50.000 masker serta APD lainnya.

Sebelumnya, perwakilan gereja se-Tanjungpinang menyalurkan bantuan APD ke RSU RAT Kepri di Tanjungpinang.

Sumber : luarbiasa

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.