FSGI Sebut Siswa Bosan, Belajar Daring Hanya Jadi Ajang Bagi Guru Beri Tugas Pada Siswa

FSGI Sebut Siswa Bosan, Belajar Daring Hanya Jadi Ajang Bagi Guru Beri Tugas Pada Siswa

Sabtu, 04 April 2020

Guru Anggap Kubu Prabowo Ingin Beri Gaji Rp20 Juta Tak Masuk Akal

Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim menyebut banyak pengaduan siswa yang mengaku bosan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring. Pembelajaran daring justru hanya jadi ajang guru memberikan tugas kepada murid.

“Jadi kami melihat ada paradoks dalam PJJ ini menjadi membosankan. Itu paling banyak laporan kami terima dari siswa,” kata Satriwan dalam diskusi daring Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan FSGI, Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

FSGI tak memungkiri keluhan ini. Data FSGI, kata dia, guru masih banyak yang hanya memberikan tugas selama belajar daring. Teknologi yang digunakan sebatas aplikasi pesan singkat Whatsapp. Kemudian, tugas diminta dikumpulkan ke alamat surel guru atau Whatsapp grup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
"Sudah e-learning, hanya tempat memberikan tugas, memberikan tugas Whatsapp grup, dikumpulkan ke email guru,” ungkapnya.

Santriwan menilai, belum optimalnya PJJ secara daring ini karena banyak guru masih gagap teknologi (gaptek). Alhasil, guru tidak bisa memberikan pembelajaran yang menyenangkan.

“Dalam hal ini kegagapan menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.

FSGI menyebut Dinas Pendidikan dan pengawas juga terlalu kaku menerapkan kebijakan PJJ. Sebab, guru harus membuat berita acara, mulai dari absensi, sampai materi pelajaran. Laporan ini wajib dikirim ke kepala sekolah, yang kemudian diteruskan ke Dinas Pendidikan.

"Di sini guru enggak bisa disalahkan 100 persen karena mental guru kita jujur saja, patuh birokrasi," ujarnya.

Santriwan mengatakan, siswa kerap jadi 'korban' peraturan kepala sekolah atau pemangku kepentingan terhadap para guru. Satu sisi harus membuat belajar daring efektif dan menyenangkan, namun di sisi lain terikat kewajiban laporan kerja yang ketat.

"Berharap sekolah pimpinan dinas pendidikan lebih fleksibel," ungkapnya.

Seumber :

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.