Mudahkan Guru Mengajar, Berikut Laman Khusus untuk Berbagi RPP Antar Guru

Mudahkan Guru Mengajar, Berikut Laman Khusus untuk Berbagi RPP Antar Guru

Rabu, 01 April 2020

Merdeka Belajar Bukan Zona Nyaman Halaman all - Kompasiana.com

Selamat datang di merdekabelajar.my.id_Kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh telah berjalan dua minggu. Sayangnya, masih ada keluhan dari guru soal proses KBM ini. Menjawab hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan laman khusus untuk berbagi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kemarin (31/3).

Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud Supriano menuturkan, laman khusus ini guna menindaklanjuti dari surat edaran Mendikbud sebelumnya tentang kegiatan pembelajaran dari rumah. Di mana, prosesnya dapat dilakukan dengan teknologi.

Namun tak bisa dipungkiri, jika pembelajaran ini tentu akan sangat berbeda dengan saat tatap muka. Sehingga, ada sebagian guru yang belum sepenuhnya menguasai karena tidak terbiasa. ”Tapi banyak juga guru yang sudah biasa,” ujarnya dalam video conferencing, Rabu (31/3).

Selain itu, lanjut dia, para guru banyak yang mengeluh soal keterbatasan konten atau best practice dari website atau aplikasi yang telah disepakati sebelumnya. Oleh karenanya, Kemendikbud menginisiasi website khusus yang dapat digunakan oleh para guru untuk berbagi RPP-nya.

”Di Guru Berbagi ini, kita mengajak para guru atau praktisi pendidikan untuk gotong royong,” tuturnya. Mereka yang memiliki best practice dalam KBM jarak jauh dapat menguploadnya ke laman Guru Berbagi tersebut. Misal, soal pembelajaran yang menyenangkan untuk anak SD.

”Kalau ini kekumpul, bisa jadi contoh buat guru-guru yang belum paham atau kesulitan menerapkan,” ungkap pria yang akrab disapa Ono yersebut.

Meski bebas mengupload, para guru dan praktisi pendidikan tidak bisa sembarangan memasukkan RPP-nya. Ada aturan main seperti norma yang harus dijalankan. Selain itu, ada tim curator yang akan mentak-down RPP yang dinilai tak sesuai dengan ideologi.

Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Praptono menambahkan, dari KBM yang telah berjalan dua minggu, ada sejumlah persoalan yang muncul. Pertama, tentang bagaimana guru bisa merancang program pembelajaran dengan baik. Kedua, kalau rancangan sudah ada lalu seperti apa aspek materinya. Kemudian, guru juga ternyata tak cukup hanya dengan rancangan dan konten saja.

Guru juga butuh contoh seperti best practice. Sehingga dapat memudahkan mereka dalam pengaplikasiannya. ”Jadi di web ini bisa saling menginspirasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa nantinya, di laman ini ada tiga fitur yang bakal disiapkan. Pertama, RPP. Di sini, guru bisa mengupload atau mengunduh RPP yang dibutuhkan. Nah, bagi yang ingin berkontribusi, ada ketentuan-ketentuan khusus terkait pembuatan RPP ini.

Diantaranya, RPP harus simple yakni mencakup tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, dan standar penilaian; diupload dalam bentuk pdf; penulisan nama filenya rencana pembelajaran_judul_ kelas; kontekstual, dan ukuran 2 MB.

”Perlu diperhatikan juga nama pembuat, nama sekolah, email, kemudian rencana pembelajaran kelas berapa. Isinya diserahkan penuh pada penulis,” paparnya.

Kedua, fitur artikel. Di sini, banyak disajikan tips atau model pembelajaran yang bisa digunakan para guru. Ketiga, fitur aksi. Fitur ini bisa menjadi wadah komunikasi antara guru pembuat RPP dengan guru lain yang ingin menerapkan RPP tersebut. Dengan begitu, ada komunikasi dua arah.

”Laman ini terbuka untuk semua guru dan praktisi pendidik, cukup gunakan SIM KB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, red) untuk akses,” paparnya.

Paptono mengaku, sejak dibuka, sudah banyak guru dan praktisi pendidikan yang berpartisipasi. Total, ada 65 RPP yang diupload setelah satu jam laman Guru Berbagi diluncurkan.

Sementara, disinggung soal akses internet yang masih jadi kendala, Praptono mengaku Kemendikbud masih dalam komitmen awal untuk membantu sekolah di wilayah 3T. selain itu, sekolah juga bisa memanfaatkan dana BOS untuk memperoleh layanan internet baik untuk guru maupun siswa.

Pada kesempatan yang sama, guru SMK PGRI 1 Kediri Devy Mariyatul Ystykomah mengungkapkan, bahwa sejatinya website ini sangat dibutuhkan saat ini. Karena ketika guru bisa belajar bersama, maka akan lebih mudah dalam pengaplikasiannya. ”Bisa mempertemukan energi untuk bekerja bareng,” ungkapnya.

Dalam KBM jarak jauh yang dijalaninya, ia mengaku tak ada kendala berarti sejauh ini. hanya masalah internet yang kadang susah untuk muridnya yang berada di wilayah kabupaten.

Sumber: www.jawapos.com

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.