Tayangan TVRI "Belajar di Rumah" Mulai Hari Ini, Begini Harapan Guru dan Kepala Sekolah

Tayangan TVRI "Belajar di Rumah" Mulai Hari Ini, Begini Harapan Guru dan Kepala Sekolah

Minggu, 12 April 2020

LIVE STREAMING TVRI Belajar dari Rumah Masa Darurat Virus Corona ...

Merdekabelajar.my.id_Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan Program " Belajar dari Rumah" lewat TVRI pada Kamis (9/4/2020), di Jakarta. 

Program ini merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat pandemi Covid-19. 

Harapannya, program ini khususnya dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan pada akses internet, baik karena tantangan ekonomi maupun letak geografis. 

Program ini direncanakan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020 yang akan disiarkan oleh TVRI. 

Beberapa harapan dari kepala sekolah dan juga guru bermunculan terkait terobosan program "Belajar dari Rumah" di TVRI. Beberapa di antaranya datang dari Robingah, Kepala Sekolah SDN di Kendal, Jawa Tengah dan juga Titien Suprihatien, Guru SMPN di Jambi. 

Pembelajaran siswa aktif lewat televisi 

Robingah, Kepala Sekolah SDN Sukomangli, Kendal, Jawa Tengah menyampaikan pembelajaran model inquiri dan discovery tetap dapat disajikan meskipun hanya lewat TVRI. 

"Mengamati dan melakukan percobaan bersama dengan dipandu oleh narasumber di televisi akan membuat peserta didik bisa aktif belajar walau tetap di rumah," ujar Rongah. 

Ia menjelaskan pertanyaan-pertanyaan secara produktif, imajinatif, dan terbuka juga perlu dilakukan agar peserta didik dapat mengemukakan jawaban yang mengarah pada proses berpikir tingkat tinggi. 

"Selama proses pembelajaran, peserta didik juga perlu diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta didik lain atau narasumber melalui telepon atau videocall sehingga komunikasi tidak hanya berjalan satu arah saja," saran Robingah. 

Ia menambahkan, kemudian di akhir pembelajaran dilakukan refleksi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran yang telah diikutinya.  

"Dengan durasi waktu yang cukup singkat bukan berarti tidak dapat memberikan pembelajaran yang bermakna," tegas Robingah. 

Menurutnya, asalkan dikemas dengan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung, maka kejenuhan atau kebosanan belajar di rumah setidaknya akan dapat diminimalkan. 

Apalagi jika diselingi adanya tayangan bimbingan untuk orangtua dan guru serta program budaya nusantara pada akhir pekan. Hal tersebut dapat menjadi sarana penanaman karakter solidaritas, gotong royong, dan nasionalis secara efektif," ujarnya. 

Belajar life skill hingga olah raga dan seni budaya 

"Saya berharap semoga pembelajaran yang disampaikan adalah pembelajaran yang bisa menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi anak bangsa," harap Titien Suprihatien, Guru SMPN 11 Batang Hari Jambi. 

Titien juga berharap program "Belajar di Rumah" lewat TVRI memberikan life skill kepada anak-anak, termasuk mampu memberi tanggapan dan respon terhadap masalah yang tengah terjadi saat ini: wabah Covid-19. 

"Situasi di tengah wabah covid 19, memaksa kita untuk stay at home, anak anak harus mengalami pembelajaran untuk bisa mandiri pangan, tentu disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan usia," tambah Titien. 

Misalnya, mengajarkan anak bisa memproduksi sayuran rumahan, menanam toge dalam botol, menanam kangkung, bayam, pokcoi selada dengan teknik rakit apung di kolam kolam teras rumah. 

Atau mengasah kreativitas anak membuat APD sederhana, cara membuat masker dengan menjahit manual dan lainnya, tambah Titien. 

"Jangan lupa selingi dengan game sains sederhana, percobaan percobaan sederhana yang bisa dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan yg ada di rumah," saran Titien. 

Ia juga berharap program "Belajar dari Rumah" di TVRI diisi juga dengan kegiatan olahraga, seni dan budaya yang bisa diterapkan siswa di rumah. 

"Intinya saya mengharap pembelajaran yang ditayangkan TVRI bisa memenuhi kebutuhan edukasi siswa dalam rangka bertahan dan optomis mencari solusi di tengah pandemi. Semoga mas mentri membaca harapan saya," tutup Titien.

Sumber : kompas.com

Demikian berita terkini yang dapat merdekabelajar.my.id bagikan, semoga bermanfaat.