Viral, Curhatan Seorang Guru Saat Tanya PR ke Siswa, Miris Begini Jawabannya

Viral, Curhatan Seorang Guru Saat Tanya PR ke Siswa, Miris Begini Jawabannya

Kamis, 23 April 2020

Viral, Curhatan Seorang Guru Saat Tanya PR ke Siswa, Begini Jawabannya

Merdekabelajar.my.id_Sekarang ini, di sisi lain, pendidik tampaknya mengalami kesulitan saat mencoba membuat siswa merespons mereka untuk menyerahkan pekerjaan rumah (PR).

Sebelum ada pandemi Covid-19, para guru dapat dengan mudah mendisiplinkan siswa untuk menyerahkan pekerjaan rumah mereka.

Sekarang ini, di sisi lain, pendidik tampaknya mengalami kesulitan saat mencoba membuat siswa merespons mereka untuk menyerahkan pekerjaan rumah (PR). 

Pasalnya, siswa sedang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial twitter.

Seorang guru, Mae, @eunmukri melalui akun twitternya ia menunjukkan percakapan yang dia lakukan dengan seorang muridnya.

Dalam unggahannya, ia menulis, “Anda pikir para guru duduk di rumah mendapatkan gaji gratis? Tidak, kami memiliki pekerjaan baru, mengemis," tulis Mae dalam unggahnnya, Selasa, (21/4/2020).

Dalam percakapan itu, Mae telah mengirim pesan kepada siswa itu malam sebelumnya.

Tetapi mereka hanya menjawabnya keesokan harinya, justru siswa itu malah menanyakan siapa dia.

Dia kemudian memberi tahu siswa itu bahwa dia adalah guru mereka.

Siswa itu hanya menjawab, “Oh, mengapa?”

Agak mengejutkan, siswa ini terlihat kurang sopan terhadap gurunya. 

Sang guru bertanya, apakah mereka telah membuat PR yang diberikan kepada mereka.

Siswa itu justru menjawab kembali,

"Saya akan melakukannya nanti, saya sedang melakukan pekerjaan lain," jawab sang murid itu tanpa beban. 

Dan Mae bukan satu-satunya guru yang menghadapi kesulitan seperti ini.

Guru lain yang melihat posting Mae juga berbagi pengalamannya.

Guru ini @adenaneda berkomentar di postingan Mae, “Saya merasakanmu. Kita harus mencari mereka,”

Dalam unggahannya Ade pemilik akun @adenaneda, dia menulis kepada murid-muridnya melalui pesan Group di whatsapp,

"Banyak dari kalian belum mengirimkan pekerjaan rumah kepada saya. Saya telah mencatat kalian yang sudah mengirim dan yang belum. Saya akan memberi kalian kesempatan sampai hari Sabtu."

Salah satu muridnya kemudian menjawab dengan, "Tugas yang mana?"

Dia kemudian menjawab, “Semua pekerjaan rumah kecuali tugas Drama.

Itu harus disampaikan ketika sekolah dibuka kembali.

Ada beberapa yang belum mengirimkan apa pun. Bahkan, saya yakin beberapa dari kalian bahkan belum membuka pesan di obrolan grup ini."

Dilansir dari World Of Buzz, Mae mengatakan tentang peran dan perjuangannya sebagai guru di sekolah pedesaan.

“Untuk sekolah saya, kami mengadakan kelas melalui WhatsApp karena sekolah saya adalah sekolah pedesaan.

Mereka memiliki akses listrik dan internet yang sangat terbatas,” katanya dikutip dari World Of Buzz.

Guru-guru ini bekerja dengan semua yang mereka miliki selama masa lockdown dan  para siswa diharapkan memanfaatkan masa belajar dari rumah.

Oleh karena itu, sekiranya para guru sudah cukup sulit dengan siswa di sekolah, jangan membuat lebih sulit bagi mereka sekarang karena sekolah ditutup.

Orang tua harus bekerja sama dengan guru untuk memastikan bahwa siswa tidak ketinggalan mengerjakan PR mereka saat tinggal di rumah.

Pendidikan adalah kunci untuk membesarkan orang-orang baik dan orang tua harus mengambil kesempatan ini untuk lebih terlibat dalam pendidikan dan pekerjaan rumah anak-anak mereka.

Mae berharap orang tua memperhatikan dan bekerja sama dengan guru sehingga anak-anak mereka menyerahkan pekerjaan rumah  tepat waktu sehingga silabus mereka tidak tertunda ketika sekolah dibuka kembali.

Postingan percakapan yang di unggah Mae, @eunmukri telah viral di media sosial twitter.

Hingga kini, postingan itu telah dibagikan lebih dari 8,9 ribu kali dan telah disukai sebanyak 13,2 ribu kali oleh warganet.

Sumber : tribunnews.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.