Guru Diminta Mengutamakan Kualitas Belajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Guru Diminta Mengutamakan Kualitas Belajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 03 Mei 2020

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Reto Listyarti. Foto: Medcom/Intan Yunelia

Merdekabelajar.my.id_Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta guru tak lagi sekadar mengejar ketercapaian kurikulum selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia mengatakan, masa pembelajaran selama pandemi virus korona (covid-19) ini harus tetap mengutamakan kualitas.

"Guru dan kepala sekolah jangan berorientasi untuk mengejar ketuntasan materi pelajaran/kompetensi dasar di semester dua (genap) ini," kata Retno dalam konferensi video di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

Ia pun berharap sekolah menyadari hal tersebut. Apalagi, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 sudah memberi kelonggaran terkait target kurikulum.

Menurut dia, fleksibilitas dan kelonggaran dalam standar proses serta penilaian mutlak diberikan kepada siswa. Dengan begitu, bisa meringankan beban siswa dan orang tua. Beban administrasi pembelajaran bagi guru juga berkurang.

“Guru lebih berorientasi pada kualitas kebermaknaan dalam pembelajaran (meaningfull learning) yang dirasakan siswa," ujarnya.
  
Berdasarkan survei KPAI dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), sebanyak 53 persen guru masih berorientasi pada capaian kurikulum selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ada 24,4 persen guru yang menyelesaikan kurikulum pembelajaran apa adanya, lalu 22,6 persen lainnya, tidak mengejar ketercapaian kurikulum.

Survei ini dilakukan KPAI dan FSGI terhadap 602 responden guru. Survei dilakukan pada 17 sampai 21 April 2020. Responden merupakan guru dari berbagai jenjang pendidikan dan status kepegawaian yang berasal dari 14 provinsi.

Survei menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis web menggunakan aplikasi Google Form. Sedangkan teknik analisis datanya dilakukan dengan mengkaji kecenderungan jawaban atau pilihan guru terhadap setiap pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan pada kuesioner.

sumber : medcom.id

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.