Kak Seto Ungkap 3 Alasan Anak Jadi Stres di Rumah saat Pandemi Corona

Kak Seto Ungkap 3 Alasan Anak Jadi Stres di Rumah saat Pandemi Corona

Minggu, 24 Mei 2020

https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 25 196 2204716 kak-seto-ungkap-3-alasan-anak-jadi-stres-di-rumah-saat-pandemi-corona-stU0bbmoqb.jpg

Merdekabelajar.my.id_Berada di rumah saja menjadi upaya yang harus dilakukan semua orang di tengah pandemi corona (COVID-19). Cara ini diharapkan dapat memutus rantai penularan virus yang sudah menginfeksi 8.211 orang, dengan 1.002 orang berhasil sembuh dan 689 orang meninggal dunia per Jumat 24 April, kemarin.

Namun, dengan di rumah saja ternyata memberi dampak negatif pada anak. Salah satu yang cukup terasa menurut Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto adalah anak jadi stres.

Diterangkan Kak Seto, menurut data Lembaga Bantuan Anak Indonesia (LBAI), di saat pandemi COVID-19 banyak anak yang mengalami stres karena tekanan yang ada di rumah. Kak Seto pun coba menuturkan tiga alasan kenapa anak bisa stres saat di rumah saja:

1. Cara orangtua mengasuh anak

Tak bisa dipungkiri, orangtua sekarang harus bisa jadi guru di rumah. Orangtua dituntut untuk bisa menjelaskan, menerangkan, dan bahkan akhirnya memaksakan suatu capaian bisa diraih si anak. "Ini membuat anak tertekan," tegas Kak Seto di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Tekanan orangtua tersebutlah yang menimbulkan kekerasan dan anak akhirnya mengalami stres. Karena itu, si anak rindu sekolah, bertemu dengan bapak dan ibu gurunya yang lebih bisa menjelaskan pelajaran.

2. Anak tertekan, gadget pelampiasannya

Saat di rumah saja, anak mencoba mendapatkan informasi dari gadget mereka. Hal ini sangat berisiko buruk pada tumbuh kembang anak, lho. Apalagi jika penggunaan gadget tak mendapat pengawasan orangtua, si anak bisa saja mengakses informasi keliru, video yang mengandung kekerasan atau bahkan pornografi.

"Karena itu, saya sangat mengharapkan agar orangtua mengontrol apa yang dimainkan atau diakses si anak. Tidak hanya mengawasi, orangtua harus menciptakan kondisi persahabatan dengan anak agar anak nyaman berada di samping orangtuanya," saran Kak Seto.

3. Anak ada di lingkungan orangtua perokok

Ini pun bisa memicu anak tertekan dan akhirnya stres. Bahkan, tidak hanya itu anak juga bisa menimbun penyakit akibat asap yang dikeluarkan orangtuanya saat merokok.

"Rokok itu dapat meracuni anak, terlebih jika di rumah itu ada balita atau bayi, sebab paparan nikotin yang tersebar bahkan menempel di barang-barang akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan anak," papar Kak Seto.

Tiga situasi seperti itu, sambung Kak Seto, mengandung kekerasan dan bisa membuat anak tertekan di rumah saat pandemi corona (COVID-19) seperti sekarang. "Hal ini harus jadi kewaspadaan orangtua yang sekarang ini menjadi orang yang paling dekat dengan anak di rumah," sambungnya.

Kekuatan Kreativitas dan Gembira

Tak hanya anak yang stress, orangtua juga tak kalah tertekannya akibat Pandemi corona (COVID-19). Tapi apa boleh buat, dunia tengah mengalaminya dan kita semua dituntut untuk bisa melawan wabah ini dengan menjalani gaya hidup sehat. Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto menambahkan, lawan COVID-19 harus dengan gembira.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di tengah pandemi seperti sekarang, yang mengharuskan kita di rumah saja, fakta di lapangan yang ditemui Kak Seto menemukan bahwa banyak anak yang tertekan dan mengalami stres. Maka dari itu, jalani hari dengan gembira harus menjadi prioritas.

"Jalani hari dengan gembira di sini maksudnya perpaduan antara gerak, emosi cerdas, makanan sehat, dan selalu berdoa dan beribadah. Istirahat teratur, ramah anak dan rukun, serta terus aktif berkarya," ujar Kak Seto.

Kak Seto melanjutkan, selain jalani masa pandemi COVID-19 dengan gembira, kita harus menjalani hari dengan kekuatan kreativitas, Maksudnya adalah para orangtua harus bisa melihat potensi yang ada di setiap anak-anak, karena kecerdasan mereka beragam. "Ingat, semua anak itu cerdas," tegasnya.

Jadi, orangtua harus bisa berdayakan potensi anak masing-masing dalam keadaan seperti ini. Contoh sederhana misalnya, orangtua mengajak anak untuk membuat aneka masakan. "Dengan menciptakan aneka masakan, ini dapat diperdagangkan di media sosial sehingga bisa jadi pemasukan," saran Kak Seto.

Selain itu, sebagai orangtua juga Anda bisa melakukan aktivitas lainnya sesuai dengan potensi yang dimiliki si anak. Kegiatan kreatif ini tentunya akan mengurangi tekanan pada anak dan tingkat stres mereka bisa berkurang bahkan teratasi. "Yang mesti diingat, potensi anak-anak itu beragam. Jangan kemudian memaksakan anaK. Jangan beri tekanan ke anak saat pandemi seperti sekarang," tambah Kak Seto.

Sumber : okezone.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.