KBM Online Tidak Optimal, Mendikbud Nadiem : Opsinya Tidak Belajar Sama Sekali atau Coba Cara Lain Belajar dari Rumah

KBM Online Tidak Optimal, Mendikbud Nadiem : Opsinya Tidak Belajar Sama Sekali atau Coba Cara Lain Belajar dari Rumah

Selasa, 05 Mei 2020

Mendikbud Nadiem Minta Kuliah Tatap Muka Berhenti Sementara

Merdekabelajar.my.id_Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengakui hasil Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi covid-19 belum optimal. Namun di balik itu, Nadiem justru melihat ada hikmah besar yang dapat dipetik, yakni sejumlah cara belajar dan interaksi baru yang dapat dilanjutkan saat pandemi usai nanti.

"Banyak dari kita lupa, bahwa PJJ ini dilakukan bukan karena kita mau melakukannya, tapi karena Kita terpaksa," kata Nadiem dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Media Indonesia, Selasa, 5 Mei 2020.

Bahkan Nadiem menyebut saat ini hanya dua pilihan yang dapat dilakukan pada masa krisis. Opsinya tidak belajar sama sekali atau mencoba cara lain belajar dari rumah.

"Opsinya tidak belajar sama sekali atau mencoba cara lain belajar dari rumah. Jadi sudah jelas, mayoritas di Indonesia dan negara-negara lain di dunia (PJJ-nya) memang tidak optimal," tegas Nadiem.

Baca juga:Nadiem: Kampus di Daerah Terpencil Lebih Bebas Tentukan Kurikulum

Alih-alih meributkan mencari jalan ideal, kata Nadiem, ia lebih memilih melihat hikmah di balik seluruh proses PJJ selama pandemi ini. Ada metode baru yang bisa digunakan sebagai jalan tengah.

Salah satunya adalah ada beberapa elemen, interaksi dan cara belajar baru yang diterapkan saat pandemi dan itu bisa dilanjutkan setelah masa krisis ini usai. Misalnya saja bagaimana keterlibatan sekolah, guru, murid dan orang tua yang saat pandemi berjalan sangat baik, bisa dilanjutkan setelah proses belajar sudah kembali ke kelas.

Menurutnya, ada beberapa model yang bisa dilanjutkan guru maupun siswa setelah pandemi berakhir. Salah satunya memberikan Pekerjaan Rumah (PR) yang menyesuaikan dengan level kemampuan siswa melalui grup-grupWhatsapp (WA).

"Nanti guru bisa bergerak memberikan PR lewat grup Whatsapp. Jadi guru bisa membagi siswa ke dalam beberapa kelompok grup WA yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Lalu memberi PR sesuai dengan level kemampuan masing-masing siswa tersebut," terang Nadiem.

Kemudian bukan hal yang tidak mungkin, jika ke depan ada beberapa jam belajar yang bisa dipindahkan di rumah untuk mengerjakan project tertentu misalnya. Guru pun bisa bergantian mengajar antara di rumah dan sekolah.

"Banyak sekolah dan dinas yang mungkin mulai berpikir bagaimana mulai mengatur jam belajar menggunakan shiftinguntuk mengakomodasi lebih banyak murid tanpa harus menambah jumlah guru yang luar biasa besarnya. karena di berbagai macam daerah kekurangan guru. Dengan remote learning bisa menjadi salah satu solusi," jelas Nadiem.

Sumber : medcom.id

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.