KPAI: Siswa Ingin Kembali ke Sekolah, Orang Tua Tak Rela

KPAI: Siswa Ingin Kembali ke Sekolah, Orang Tua Tak Rela

Jumat, 29 Mei 2020

KPAI Buka Layanan Pengaduan PPDB Melalui Sistem Online ...

Merdekabelajar.my.id_Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei terhadap orang tua, guru, dan siswa jelang dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Melalui survei tersebut, KPAI ingin melihat respons warga pendidikan, jika sekolah kembali mengadakan pembelajaran tatap muka.

"Angket ini bukan penelitian, ini hanya sebagai ruang membuka partisipasi siswa, orang tua, dan guru untuk berpendapat tentang kebijakan negara terkait sekolah dibuka atau tidak saat tahun ajaran baru 13 Juli 2020 saat pandemi covid 19," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2020.

Dia menyebut, surveinya diikuti oleh 9.643 siswa, partisipasi guru sebanyak 18.112 orang dan partisipasi orang tua mencapai 196.559 orang. Orang tua yang menjadi klaster terbanyak dalam pengisian survei ini, mayoritas menyatakan tak setuju jika sekolah kembali dibuka di saat pandemi belum mereda.

"Sebagian besar, orang tua yang menolak sekolah dibuka kembali menunjukkan bahwa mereka khawatir akan keselamatan dan kesehatan anak-anaknya ketika sekolah dibuka di masa pandemi dengan kasus covid 19 yang masih tinggi. Terlebih belum ada persiapan memadai untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di sekolah," lanjutnya.
  
Namun hasil berbeda justru ditemukan pada siswa. Sebagian besar anak justru ingin kembali ke sekolah ketika tahun ajaran baru di mulai.

"Sebagian besar anak setuju sekolah dibuka karena kemungkinan mereka sudah jenuh belajar dari rumah. Ini mengkonfirmasi, data survey Pembelajaran Jarak Jauh KPAI beberapa waktu lalu yang menunjukkan siswa mengalami kejenuhan selama PJJ dan bahkan siswa berpendapat lebih senang belajar di sekolah,” ungkap Retno.

Untuk hasil survei pada guru, Retno tidak membeberkannya lebih jauh. Nanti, pihaknya bakal meneliti lebih lanjut hasil survei yang dilakukannya pada aplikasi Facebook pribadinya.

“Namun detailnya dari data angket yang sudah diisi oleh ratusan ribu responden tersebut harus diolah dahulu, selanjutnya harus saya analisis. Perlu beberapa hari bagi saya untuk melakukan olah data dan analisa data," pungkas Retno.

Sumber : medcom.id

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.