Hadapi New Normal, Sistem Kerja ASN di Atas 45 Tahun Dipetakan

Hadapi New Normal, Sistem Kerja ASN di Atas 45 Tahun Dipetakan

Sabtu, 06 Juni 2020

Ilustrasi ASN. MI/Ramdani

Merdekabelajar.my.id_Sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Timur akan diubah, memasuki masa transisi menuju tatanan kenormalan baru (new normal). Mekanisme kerja ASN di kantor tengah disusun.
 
"Tatanan baru mulai itu dari penataan ruang kerja, pemetaan pegawai dengan usia di atas 45 tahun, dan evaluasi work from home (WFH)," kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, di Surabaya, Sabtu, 6 Juni 2020.
 
Selain itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD), juga harus menyiapkan fasilitas ruangan video confrence, untuk mempermudah melakukan pertemuan-pertemuan secara virtual. "Kita juga mengatur protokol kesehatan bagi ASN yang bekerja. Jarak ruangannya, pelindung diri seperti wajib pakai masker atau menggunakan face shield dan tempat cuci tangan dengan air mengalir," kata Heru.

Dalam tatanan normal baru, Heru belum bisa memastikan sampai kapan semua ASN kembali berkantor. Namun Heru memastikan seluruh pelayanan publik Pemprov Jatim tetap berjalan seperti biasa, dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
"Masa transisi belum tahu sampai kapan sampai akhirnya diterapkan new normal. Tapi yang pasti harus ada kesiapan sampai nanti benar-benar masuk normal baru," katanya.
 
Masa transisi menjelang menuju normal baru seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor 58 tahun 2020, tentang Sistem Kerja Pegawai ASN Dalam Tatanan Normal Baru. SE tersebut resmi diberlakukan mulai Jumat, 5 Juni 2020.
 
Dalam edaran tersebut, Menteri PAN-RB mengatur penyesuaian sistem kerja yang fleksibel, dalam pengaturan lokasi kerja berupa dari kantor maupun dari rumah. Selain itu, perjalanan dinas harus dilakukan secara selektif sesuai tingkat prioritas, dan urgensinya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
 
Kemudian rapat tatap muka diimbau untuk tetap menggunakan teknologi informasi melalui media elektronik. Namun jika urgen, rapat tatap muka dapat dilakukan dengan memperhatikan physical distancing.
 
"Makanya sesuai arahan Bu Gubernur, tidak langsung menerapkan new normal. Tapi diawali dengan masa transisi lebih dulu mengacu pada enam syarat yang ditetapkan World Health Organization (WHO)," tandas Heru.

Sumber : medcom.id

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.