Indra Charismiadji Makin Kecewa dengan Nadiem Makarim, Layak Diganti

Indra Charismiadji Makin Kecewa dengan Nadiem Makarim, Layak Diganti

Minggu, 14 Juni 2020


Merdekabelajar.my.id_Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan dirinya berharap banyak kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Bahkan dia mengaku sudah menyampaikan harapannya langsung ke Mas Nadiem.

“Saya bilang ke beliau langsung, jika Mas Menteri mau turun ke sekolah dan kampus, maka akan banyak hati anak Indonesia yang tersentuh untuk bersemangat menjadi sukses seperti beliau. Ini yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain yang ditunjuk sebagai mendikbud,” ungkap Indra kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Minggu (14/6).

Namun, mengamati perkembangan yang terjadi di dunia pendidikan di Indonesia saat ini, Indra mengaku kecewa.

Dia ragu, apakah Nadiem orang yang tepat untuk diberi kepercayaan membangun fondasi SDM unggul Indonesia.

“Contoh untuk urusan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring ini beliau, kalau logika saya, akan jadi salah satu orang yang kompeten untuk membuat proses belajar model ini lebih lancar. Sayangnya langkah yang diambil baru sebatas penggunaan RRI dan TVRI saja yang teknologi abad 20. Saya yakin beliau bisa berbuat lebih banyak, tetapi sayangnya belum kelihatan,” ulasnya.
 
Indra juga sependapat dengan Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim yang menilai Mendikbud Nadiem layak diganti.

Menurut dia yang layak jadi mendikbud harus orang paham teknologi dan pendidikan. Jadi nyambung dengan tugas utamanya.

“Orang tersebut harus percaya bahwa manusia bisa dibangun. Dan tentunya harus yang jiwa merah putihnya jelas. Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan lain,” tegasnya.

Selama delapan bulan menjadi mendikbud, lanjut Indra, Mas Nadiem sama sekali belum menyentuh program pembangunan SDM unggul.

Karena itu, menurut Indra, yang paling cocok jadi mendikbud harus dari kalangan dunia edukasi.

Dia yakin, pasti ada track record orang-orang seperti ini yang tahu bagaimana memanfaatkan teknologi secara optimal dalam dunia pendidikan dan berani membuat perubahan besar.

“Presiden harus mencari sosok, mendikbud yang enggak jadul dalam teknologi tetapi kuasai dunia pendidikan juga. Jangan seperti yang sekarang. Kepiawaian dalam aplikasi belum terbukti, pengetahuan tentang pendidikan pas-pasan. Hasilnya, ya programnya enggak jalan,” tandasnya. (jpnn/fajar)