Ma'ruf Soal Pembukaan Sekolah : Ini Dilema yang Sangat Sulit Bagi Pemerintah

Ma'ruf Soal Pembukaan Sekolah : Ini Dilema yang Sangat Sulit Bagi Pemerintah

Kamis, 25 Juni 2020

Wapres RI Ma’ruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1).

Merdekabelajar.my.id_Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui pemerintah dilematis ketika hendak memberlakukan kebijakan membuka kembali kegiatan mengajar dan mengajar di sekolah umum maupun madrasah. Sebab pembukaan sekolah di tengah wabah virus corona (Covid-19) saat ini terkait dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

"Pembukaan kegiatan sekolah/madrasah dan perlindungan kesehatan menjadi dilema yang sangat sulit bagi Pemerintah," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diterbitkan oleh Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Ma'ruf mengutip hasil studi di beberapa negara yang menunjukkan gangguan pada pendidikan dapat menyebabkan dampak jangka panjang bagi kelompok rentan.

Bagi kelompok ini, kata dia, pendidikan tidak hanya memberikan keamanan dan perlindungan tetapi yang lebih penting adalah juga harapan bagi mereka di masa depan.

Ma'ruf turut menilai dilema juga terjadi manakala proses belajar di rumah masih menimbulkan persoalan ketidaksetaraan. Salah satunya masih banyak rumah tangga yang tidak dapat memiliki akses internet untuk melakukan kegiatan tersebut.

Terlebih lagi, mengutip data dari SUSENAS-BPS tahun 2018, ada sekitar 61 persen anak tidak memiliki akses internet di rumahnya.

"Untuk itu, perlu disiapkan bagaimana belajar di rumah dapat tetap efektif dan anak dapat terlayani pendidikannya dengan menyesuaikan kondisi anak, ketersediaan koneksi internet, infrastruktur, dan fasilitas untuk belajar berbasis daring, terutama di wilayah yang akses internet sangat terbatas," kata dia.

Tak hanya itu, Ma'ruf mengatakan pembukaan kegiatan belajar mengajar di pesantren dan sekolah keagamaan berbasis asrama juga menjadi dilema tersendiri karena terkait fasilitas yang minim.

Mengingat, saat ini masih banyak pesantren tak memiliki sarana dan prasarana memadai, serta belum ada standar baku perbandingan jumlah santri dan luas kamar tidurnya.

"Sehingga sangat sulit untuk menerapkan physical distancing," kata dia.

Melihat persoalan itu, Ma'ruf menyatakan pemerintah sedang menyiapkan suatu kebijakan untuk memberikan fasilitas yang diperlukan siswa dan guru mendukung pembelajaran jarak jauh.

Meski demikian, ia tak menyebut kebijakan apa yang akan dikeluarkan oleh pemerintah terkait hal tersebut.

Ma'ruf lebih lanjut menekankan agar lembaga pendidikan juga perlu berinovasi mencari solusi agar metode pembelajaran bagi para murid dan santri yang lebih efektif.

"Misalnya dengan inovasi bentuk pembelajaran kelompok-kelompok kecil dan penyesuaian kurikulum dengan format pembelajaran jarak jauh. Hal ini perlu dilakukan karena adanya perbedaan karakter antara belajar tatap muka dengan belajar jarak jauh," kata dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebelumnya sudah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka di wilayah yang berstatus zona hijau atau zona aman penyebaran corona pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Sementara untuk sekolah yang berada di zona merah hingga orange tetap menggelar metode pembelajaran dari rumah atau secara daring.

Sumber : cnnindonesia