Alamak ! Baru 2 Hari Berjalan, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Disetop

Alamak ! Baru 2 Hari Berjalan, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Disetop

Kamis, 16 Juli 2020

Proses Pembejalaran Daring di Tengah Antisipasi Penyebaran Virus ...

Merdekabelajar.my.id_Baru dilaksanakan sejak hari Senin lalu, Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Brebes, Jateng, menghentikan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Brebes mulai hari ini. Perkembangan terkait kasus virus Corona atau COVID-19 di daerah tersebut menjadi penyebabnya.

Kepala SMP Negeri 2 Brebes, Murtadho, menjelaskan penghentian kegiatan belajar tatap muka tersebut sesuai Surat Edaran (SE) No 420/O1663 /2020 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kegiatan Belajar Mengajar tahun 2020/2021 Pada Satuan Pendidikan PAUD PNF, SD, SMP di Kabupaten Brebes.

Salah satu poin dalam SE itu menyebutkan, guna pencegahan serta upaya mempercepat terputusnya rantai penularan dan penyebaran COVID-19, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk semua jenjang pendidikan (PAUD PNF, SD, SMP) di Kabupaten Brebes diperpanjang sampai menunggu pemberitahuan lebih lanjut.

"Mulai hari ini ditiadakan. Semua kegiatan memakai sistem daring," kata Murtadho saat dihubungi detikcom, Rabu (16/7/2020).

Diwawancara detikcom secara terpisah, Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan, mengatakan perkembangan COVID-19 di Brebes sangat dinamis. Pada Senin pekan lalu pasien yang tersisa sebanyak 3 orang. Namun beberapa hari terakhir ada penambahan jumlah pasien Corona di Brebes.

"Sekarang jumlahnya 46 orang. Delapan dirawat dan 2 karantina. Padahal Senin pekan kemarin menyisakan 3 orang. Selain itu, ada Surat Edaran dari Provinsi untuk kegiatan tatap muka pendidikan dihentikan, jadi kita ikuti itu," ungkap Djoko kepada wartawan di kantor Sekda Brebes hari ini.

Djoko menjelaskan poses pembelajaran selanjutnya akan dilakukan dengan metode online. Pantauan detikcom di lapangan, banyak sekolah yang mempraktikkan pembelajaran dengan metode daring.

"Kami gunakan metode daring sejak pemerintah melarang kegiatan di sekolah akibat pandemi. Guru saya kumpulkan dan diajar cara pembelajaran daring. Termasuk dilatih dalam membuat pertanyaan berupa video dan lainnya. Untuk menyampaikan pelajaran kami menggunakan HP atau laptop," ungkap Kepala SMP Negeri 1 Wanasari, Murniasih kepada detikcom di kantornya.

Hal sama juga dilakukan di SMP Negeri 1 Jatibarang. Kepala SMP Negeri 1 Jatibarang, Sri Yuliati, mengatakan sekolah ini juga menerapkan pembelajaran jarak jauh. Masing-masing guru menyampaikan materi pada para siswa melalui aplikasi WA.

"Tenaga pengajar setiap hari hadir di sekolah. Diawali apel dengan jaga jarak, bermasker biar kegiatan hari ini terlaksana dengan baik. Jadi tanpa siswa di sekolah kami tetap jalankan tugas sesuai tupoksinya masing-masing," kata Sri Yuliati saat dihubungi detikcom.

Sumber : detik.com