Guru, Ini Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Resmi dari Kemendikbud

Guru, Ini Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Resmi dari Kemendikbud

Jumat, 03 Juli 2020

Tahun Ajaran Baru 2020 - Panduan Penyelenggaraan Tahun Ajaran Baru ...

Merdekabelajar.my.id_Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan  panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru di tengah mewabahnya virus corona. 

"Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat," ungkap Mendikbud Nadiem Makarim, Senin (15/6). 

Tahun ajaran 2020/2021 bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah akan tetap dimulai bulan Juli mendatang. Namun, daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah tetap melanjutkan program belajar dari rumah.  

Pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan bagi satuan pendidikan yang berada di zona hijau dan telah memenuhi empat persyaratan. 

Pertama, satuan pendidikan tersebut wajib berada di zona hijau. Kedua, izin dari pemerintah daerah atau kantor wilayah/kantor Kementerian Agama (Kemag). Ketiga, satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa protokol kesehatan Kementerian Kesehatan. Terakhir adalah perizinan dari orangtua atau wali murid. 

"Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan belajar dari rumah secara penuh," tegas Nadiem. 

Dirinya menyatakan, per Senin (15/6), 94% peserta didik tetap harus belajar dari rumah karena berada di zona kuning, oranye, dan merah di 429 kabupaten/kota. Sedangkan, 6% lainnya berada di zona hijau. 

Pembukaan Bertahap Sekolah di Zona Hijau 

Pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau akan dibagi menjadi beberapa fase. Menurut Nadiem, tahapan ini dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Rincian tahapan adalah sebagai berikut: 

• Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B 

• Tahap II dilaksanakan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB 

• Tahap III dilaksanakan dua bulan setelah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal. 

Satuan pendidikan, lanjut Nadiem, wajib ditutup kembali apabila ada penambahan kasus atau level risiko daerah meningkat. 

Selama dua bulan pertama, peserta didik di sekolah dan madrasah masih diwajibkan belajar dari rumah. Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka baru dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama. 

Kemdikbud nantinya juga akan menerbitkan berbagai materi panduan terkait fase pembelajaran tatap muka baik dalam bentuk program khusus TVRI hingga buku saku. 

Relaksasi Penggunaan Dana BOS dan BOP PAUD 

Nadiem menyatakan, Kemdikbud telah memberikan pelonggaran penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan. 

Dana bisa digunakan untuk menunjang kegiatan belajar dari rumah baik pembelian pulsa hingga layanan pendidikan daring berbayar. Begitu pula dengan pembelian kebutuhan pencegahan virus corona seperti cairan pembersih tangan maupun thermogun. 

Dana BOS juga bisa digunakan untuk membayar guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi dan telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah. 

Khusus BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik. 

"Kami memberikan relaksasi penggunaan dana BOS hingga 100 persen pada saat pandemi Covid-19 ini," ungkap Nadiem. 

Adapun penggunaan BOS ini diatur sesuai Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Juknis BOS dan Permendikbud Nomor 20 tahun 2020 tentang Perubahan Juknis BOP Paud dan Kesetaraan di Masa Darurat Covid-19. 

Sedangkan, penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal disesuaikan sesuai dengan juknis yang ditetapkan Kemag. 

Mata Kuliah Teori Tetap Daring 

Terkait pembelajaran di perguruan tinggi, Mendikbud mewajibkan mata kuliah teori untuk perguruan tinggi di tingkat zona apa pun tetap berlangsung secara daring. Sedangkan, mata kuliah praktik diharapkan tetap diusahakan daring. 

Jika tidak memungkinkan, mata kuliah tersebut dapat dilakukan di bagian akhir semester. 

Pemimpin perguruan tinggi pada semua zona hanya dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan yang akan dikeluarkan direktur jenderal terkait. 

Aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan yang tidak dapat digantikan secara daring. Misalnya, penelitian di lab untuk skripsi, tesis, disertasi maupun tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel dan kegiatan akademik atau vokasi serupa. 

Tahun Akademik Pendidikan Tinggi 2020/2021 juga tetap dimulai pada Agustus mendatang. Melainkan, awal Tahun Akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan 2020/2021 jatuh pada bulan September. 

“Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini," tutup Nadiem.