Murid Lecehkan Guru, Kak Seto: Pentingnya Pelajaran Etika

Murid Lecehkan Guru, Kak Seto: Pentingnya Pelajaran Etika

Kamis, 16 Juli 2020

Kak Seto

Merdekabelajar.my.id_Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi angkat bicara terhadap viralnya sejumlah akun di Instagram yang diduga milik murid SMK di Bogor yang berkomentar melecehkan saat guru perempuannya live di Instagram. Menurut Kak Seto, kasus ini mengajarkan pentingnya etika dalam pembelajaran.

Karena itu, Kak Seto mengimbau pengajaran etika seperti sopan santun menjadi salah satu yang diperhatikan dan diajarkan secara nyata. “Pertama kita tahu isi pendidikan kita ada lima yakni etika, estetika, iptek, nasionalisme dan Kesehatan. Etika kadang-kadang kita lupa kalo itu merupakan unsur utama dalam Pendidikan di sekolah maupun di rumah. Etika seperti sopan santun, ini perlu diajarkan bukan hanya teori tapi dengan contoh nyata,” ujarnya pada Republika, Rabu (15/7).

Ia berkata, salah satu yang mempengaruhi sikap anak adalah media sosial. Anak, kata Kak Seto, adalah peniru terbaik maka semua orang berperan dalam pembentukan sikap. Karena itu penting untuk semua orang bersikap penuh etika baik  bertemu langsung maupun di media internet atau televisi.

“Etika sendiri dasarnya agama, jadi agama harus betul-betul diperkuat. Jadi harus bisa secara benar menyerap ajaran agama yang telah diajarakan, baik Islam, Budha, Kristen dan sebagainya. Selain itu karena ini kasus bisa saja ada contoh dari kecil membekas hingga remaja. Makanya kita selalu bilang setop kekerasan anak karena hasilnya akan seperti ini,” ujarnya.

Kak Seto menyebut sopan santun harus diteladankan, yakni sesuatu yang harus dicontohkan bukan dipaksakan. Ia mencontohkan jika anak mendapatkan contoh kekerasan akan menciptakan murid yang penuh dengan pemberontakan.

photo

Selain itu kak Seto juga menyebut media daring saat ini juga menjadi tempat anak melihat dan meniru sesuatu. Sehingga hal ini menjadi pembelajaran bahwa perlunya perbaikan dalam Pendidikan dalam keluarga maupun sekolah.

“Paling utama yaitu etika, yang kedua estetika yaitu keindahan berbusana, berperilaku, dan bertutur kata. Dan yang ketiga lainnya yang harus diperhatikan. Bukan hanya pendidikan seperti matematika, fisika atau biologinya yang bagus, tetapi etika perlu ditanamkan dengan kasih sayang dan persahabatan, baik di rumah maupun di sekolah. Ini harus menjadi koreksi bersama khususnya bagi Kementrian Pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Kak Seto menyebut memang perlu adanya tindakan pendekatan dengan persahabatan, serta menyadarkan anak bahwa perbuatannya tidak benar. Ia mengatakan ada sesuatu yang harus ditata kembali orang tua maupun guru dalam mendidik anak baik secara formal maupun non formal.

Menurut Kak Seto, ada berbagai hal yang mempengaruhi anak-anak di luar pendidikan. Pengaruh datang dari teknologi dan internet seperti Youtube, Google, dan media sosial lainnya.

“Ketika pendidik memaksakan kehendaknya, jika salah-salah malah akan diketawai oleh murid. Caranya harus tadi, rumah yang ramah anak dan sekolah yang ramah anak, suasanakan guru atau orang tua sebagai sahabat anak. Maka perlunya peran guru dan orang tua yang berperan dan bekerja sama,” ujarnya.

Kak Seto pun berpesan semoga peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa yang akan datang. Untuk itu, perlu peran Kemenkominfo dalam mengendalikan media sosial yang menurutnya sudah sangat bebas sehingga anak-anak mudah menirukan semua yang terjadi di sana.

“Karena ini bisa disebut bebas lepas si media sosial ini, selain unsur di rumah atau di sekolah tadi, juga ada unsur masyarakat. Di mana masyarakat ini juga harus bisa di kontrol sehingga orang juga lebih aman dan nyaman dengan bermedia sosial. Ini mungkin kunci utama dari Kominfo yang membuat mekanisme agar bisa mengontrol kalau sekarang guru mungkin nanti bisa orang lain atau presiden,” ucapnya.

Sumber : republika.co.id