Kabar Buruk Mendikbud Nadiem Makarim, Guru dan Murid Positif Covid-19, Gegara Belajar Tatap Muka?

Kabar Buruk Mendikbud Nadiem Makarim, Guru dan Murid Positif Covid-19, Gegara Belajar Tatap Muka?

Kamis, 13 Agustus 2020

tribunnews

Merdekabelajar.my.id - Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mengumumkan adanya 8 guru dan pelajar yang positif Covid-19.


Temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan swab terhadap guru dan rapid test kepada pelajar di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).


Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson menyampaikan, dalam pemeriksaan tersebut ada 604 guru dan petugas sekolah, serta 495 pelajar yang diperiksa.


Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 8 orang guru dan 14 pelajar yang dinyatakan positif Covid-19.


"Untuk murid dan guru positif ini, langsung kita isolasi. Di Kota Pontianak kita isolasi di rusunawa, sementara kabupaten lain juga begitu," ujar Harisson, Senin (10/8/2020).


Harisson menyebut, sebaran guru dan murid positif Covid-19 masing-masing berada di SMPN 1 Pontianak ada tiga orang guru, SMAN 2 Pontianak dua orang guru; SMAN 3 Pontianak ada dua guru dan satu pelajar.


Sementara, di SMAN 1 Ketapang ada enam orang murid, SMPN 1 Ketapang dua orang murid, SMPN 1 Sambas ada tiga murid, kemudian SMAN 1 Ngabang, Landak ada satu guru dan dua murid.


"Ini hasil pemeriksaan sementara. Kami akan terus lakukan pemeriksaan," tegas Harisson.


Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengeluarkan kebijakan sekolah-sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka.


Sekolah di zona hijau telah diizinkan mengadakan pembelajaran tatap muka sejak dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada Juli 2020 lalu.


Sedangkan sekolah yang berada di zona kuning, baru diperbolehkan menggelar tatap muka sejak 7 Agusus 2020.


Harisson mengatakan, terhadap guru dan pelajar yang terinfeksi Covid-19 telah dilakukan tracing kontak erat dan tes swab terhadap keluarga dan teman-temannya.


"Setelah dilihat mereka tertular dari masyarakat sekitarnya," ungkap Harisson.


Sekolah Tatap Muka Ditunda


Menindaklanjuti temuan adanya guru dan pelajar yang positif Covid-19, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.


"Saya mohon maaf untuk menunda dulu sekolah tatap muka sampai dipastikan tak ada guru dan murid yang positif," kata Gubernur Kalbar Sutarmidji di laman Facebook yang telah terkonfirmasi Kompas.com, Senin (10/8/2020).


Sutarmidji melanjutkan, ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kalbar dan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota untuk terus melakukan tes swab kepada masyarakat.


"Saya minta daerah terus lakukan swab agar bisa dipetakan kawasan yang perlu waspada," ujar Sutarmidji.


3 Pelajar di Cilegon Positif Covid-19


Pemkot Cilegon menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Cilegon setelah ditemukannya tiga siswa positif Covid-19.


Penghentian kegiatan belajar di sekolah ini juga dikarenakan ada penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Cilegon dengan status zona kuning.


Hal Ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Ismatullah, saat dihubungi, Kamis (6/8/2020).


Ismatullah mengatakan penghentian kegiatan belajar dilakukan di 40 SD dan 33 SMP di kota Cilegon.


"Ya, karena ada tiga orang yang posistif ditambah ada siswa dari SMP 7 yang sedang melakukan isolasi karena tertular dari sang nenek yang dinyatakan posotif Covid-19," kata Ismatullah.


"Selain itu, Kota Cilegon juga masih berstatus zona kuning. Jadi pada kemarin malam (Selasa) kita (Dindik) putuskan kembali belajar daring seperti biasa," sambungnya.


Sementara itu, Tim Gugus Tugas Kota Cilegon Erwin menjelaskan penutupan sekolah di kota Cilegon dilakukan karena wilayah ini masih berada dalam status zona kuning.


Ia pun menegaskan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah seharusnya menerapkan semua ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama ( SKB) menteri.


Tim Gugus Tugas Kota Cilegon baru bisa merekomendasikan pembukaan kembali sekolah di kota Colegon jika wilayah ini telah berada dalam status zona hijau Covid-19.


"(Pembukaan sekolah) selama dua hari kemarin masih uji coba. Kita tidak tahu sampai kapan belajar daring itu berlaku. Jika kondisi suasana bagus boleh kembali tatap muka. Namun jika tidak, maka sekolah daring terus berlanjut,"jelasnya.


Peringatan Mendikbud Nadiem Makarim


Sekolah-sekolah di zona hijau Covid-19 telah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka sejak tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada Juli lalu.


Meski demikian, penyebaran Virus Corona tentu masih menghantui peserta didik yang mengikuti pembelajaran di sekolah.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun memberikan peringatan kepada sekolah-sekolah di zona hijau.


Mantan CEO GoJek ini meminta pembelajaran tatap muka di sekolah harus dihentikan jika terjadi kondisi yang memburuk.


“Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka, maka pembelajaran tatap muka harus segera dihentikan, dan prosesnya kembali lagi ke awal,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2020).


Menyikapi banyak aspirasi masyarakat yang ingin sekolah pada zona kuning dapat dibuka kembali, Kemendikbud menyerahkan kembali pada keputusan Satuan Gugus Tugas Covid-19.


“Apa yang menjadi arahan gugus tugas kami akan jemput bola kami akan menyiapkan protokolnya. Kami akan bekerja sama dengan pemda untuk memastikan protokol kesehatan itu terjaga,” tutur Nadiem.


Menurut Nadiem, kebijakan untuk membuka pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan dengan prosedur yang ketat.


Hal itu dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka akan aman bagi siswa, guru, seluruh warga pendidikan, dan keluarganya.


“Sebelum membuka sekolah kita harus memperhatikan risiko kesehatan saat ini. Di saat kita bisa mengontrol fungsi kesehatan, baru kita bisa berpikir untuk membuka lagi sekolah,” kata Nadiem.

Sumber : tribunnews