Kabar Terbaru Kemendikbud, Nadiem Makarim Persilakan Siswa dan Guru Minta Kuota Internet ke Sekolah

Kabar Terbaru Kemendikbud, Nadiem Makarim Persilakan Siswa dan Guru Minta Kuota Internet ke Sekolah

Rabu, 05 Agustus 2020

Kabar Gembira dari Nadiem untuk Mahasiswa - JPNN.com

Merdekabelajar.my.id_Simak kabar terbaru Kemendikbud, Nadiem Makarim persilakan siswa dan guru minta kuota internet ke sekolah.

Pandemi Virus Corona atau covid-19 memaksa sekolah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Hal ini berdampak kepada meningkatnya penggunaan kuota internet dikalangan siswa maupun guru.

Sebagai solusinya, Mendikbud Nadiem Makarim memersilakan sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS membeli kuota internet untuk dibagikan ke guru maupun siswa.

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim kembali angkat bicara mengenai peserta didik yang menjalani sekolah melalui daring lantaran efek pandemi Virus Corona ( covid-19).

Dalam pernyataannya, Nadiem Makarim memastikan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa dialihkan untuk pembiayaan kuota internet untuk guru dan peserta didik.

Nadiem Makarim mengatakan, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk merespons situasi pandemi covid-19 saat ini.

Nadiem Makarim meminta agar dana BOS itu bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

"100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak dan orangtuanya.

Bisa itu, sudah kita bebaskan."

"Di masa darurat covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah, dan orangtua untuk anak," ucap Nadiem, di Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia melihat, banyak keluhan dari para guru dan orangtua murid yang merasa sulit menyediakan kebutuhan kuota internet dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini.

Ia menjelaskan, penggunaan dana BOS untuk kuota internet harus dikonsultasikan bersama guru dan kepala sekolah.

Nadiem Makarim menuturkan, kepala sekolah memiliki hak untuk mengalihkan penggunaan dana BOS demi kepentingan mendukung pembelajaran termasuk pembelian kuota internet.

"Ini kebebasan dengan kriteria (dana BOS) Kemendikbud.

Ini diskresi untuk kepala sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, Nadiem Makarim banyak mendengar curhat dari para tenaga pengajar mengenai kendala dalam belajar daring.

Hal yang paling krusial dialami oleh guru dan peserta didik di Kota Bogor dalam menjalankan sistem PJJ adalah ketersediaan kuota internet dan jaringan.

Negosiasi dengan Perusahaan Telekomunikasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah bernegosiasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk mendapatkan biaya penggunaan paket data yang lebih hemat untuk pelajar dalam rangka pembelajaran jarak jauh atau online.

"Kemarin kelihatannya mas Menteri (Nadiem Makarim) berdiskusi dengan Telkomsel untuk mendapatkan hasil nego. Satu gigabyte jadi seribu rupiah buat mahasiswa," kata Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani, Senin (3/8/2020).

Selain Telkomsel, Paris mengatakan pihaknya juga bernegosiasi dengan Indosat Ooredoo. Namun, dia tak merinci negosiasi yang sedang dijalankan.

Pihaknya menyebut negosiasi yang diajukan Kemendikbud telah didasari kebutuhan mahasiswa. Paris menyebut kebutuhan internet mahasiswa untuk kuliah dalam sebulan berkisar 10 hingga 20 gigabyte.

"Itulah kemarin kita mengajukan negosiasi pertama akan memastikan ada potongan 30 gigabyte per bulan, atau kita minta diskon untuk kuota jam kuliah: jam tujuh pagi sampai dua siang. Ini sedang kita perjuangkan," lanjut Paris.

Paris berharap bantuan kuota internet ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar.

"(Kuota) 30 gigabyte itu sama sama sekali enggak cukup satu bulan kalau sambil Youtube, Netflix, kemudian main game," kata Paris.

"Intinya mas menteri itu kalau enggak salah akan ketemu Pak Presiden agar mudah-mudahan ada bantuan ini," pungkasnya.

Jika Sekolah Dibuka Kembali

Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan dana BOS untuk membeli kuota internet guru dan siswa.

Keputusan ini diambil juga karena banyaknya orangtua yang mengeluhkan soal biaya kuota internet untuk belajar anak-anaknya. 

Mendikbud melakukan penyesuaian terhadap kebijakan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS).

Nadiem Makarim mengatakan kebijakan ini ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah sebagai akibat dari meningkatnya dampak penyebaran Coronavirus Disease ( covid-19).

Seperti yang diketahui, pemerintah telah menutup sekolah demi pencegahan penyebaran Virus Corona ( covid-19).

Bahkan hampir seluruh negara melakukannya demi keselamatan seluruh siswa dan guru.

Tapi setelah beberapa bulan, ada beberapa negara yang membuka kembali sekolah.

Tentu saja, hasilnya buruk.

Terjadi peningkatan kasus Virus Corona di area sekolah setelah sekolah dibuka kembali.

Kejadian ini terjadi di Hong Kong, Inggris, dan Korea Selatan.(*)

Sumber : tribunnews