KPAI: Banyak Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Usai Sekolah Dibuka, Ini Bahaya !

KPAI: Banyak Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Usai Sekolah Dibuka, Ini Bahaya !

Selasa, 11 Agustus 2020

Masa Transisi, KPAI Usul Pemprov DKI Siapkan Fasilitas Kesehatan ...

Merdekabelajar.my.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengawasi langsung pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka di tengah pandemi virus korona (covid-19). Belum genap satu bulan izin tatap muka di sekolah diberikan, KPAI mendapati data puluhan siswa dari berbagai daerah Indonesia dinyatakan positif covid-19.

 

"Di Jawa Timur, 51 santri positif covid-19, di Pondok Pesantren Gontor 2 Ponorogo. Kemudian ada lima guru Ponpes di Karawaci, kota Tangerang, Banten (positif covid-19)," kata komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya kepada Medcom.id, Selasa, 11 Agustus 2020.

 

Catatan KPAI, sebanyak 35 santri Ponpes Sempon, Jawa Tengah juga dinyatakan positif koroa. Hal yang sama dialami 35 santri Ponpes di kecamatan Margoyoso, dan satu orang siswa di Tegal.


"Di Jawa Timur seorang guru SD di Lumajang yang sempat melakukan aktivitas guru sambang atau kunjung, juga dinyatakan positif korona," ujarnya.

 

Retno menambahkan, sebanyak 38 pembina dan seorang santri di Pondok pesantren Parbek, Agam, Sumatra Barat dinyatakan positif covid-19 usai pesantren dibuka. Seorang guru dan seorang operator sekolah di Pariaman juga terinfeksi korona.

 

"Sekolah di Pariaman ini, buka sekolah 13 Juli 2020, dan ditutup kembali 20 Juli 2020," tambah Retno.

 

Di Kalimantan Barat, pihaknya juga menemukan kasus baru. Sebanyak delapan guru dan 14 pelajar dinyatakan terinfeksi dari hasil pemeriksaan rapid test sebelum membuka sekolah.

 

Pengetesan massal itu dilakukan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat dalam rangka persiapan pembukaan sekolah. Beruntung, pihak Pemda belum memberi izin sekolah untuk kembali menggelar tatap muka.

 

"Pembukaan sekolah diberbagai sekolah di zona hijau sebelumnya, tidak didahului dengan pemeriksaan rapid test terhadap seluruh guru dan sampel siswa. Padahal tes ini penting sebagai upaya pencegahan," ungkap Retno.

 

Menurut dia, kasus-kasus tersebut menunjukkan pembukaan sekolah tanpa persiapan yang jelas dan terukur akan sangat membahayakan kesehatan. Utamanya, keselamatan dari nyawa anak-anak, guru, kepala sekolah, dan warga sekolah lainnya.

 

"KPAI mendorong penyiapan tidak hanya urusan infrastruktur seperti wastafel, sabun, disinfektan dan lain-lain, namun juga perlu nyiapkan kenormalan baru saat pembelajaran tatap muka akan dilakukan," tambah Retno

Sumber : medcom.id.