Mantap Nih! Sri Mulyani Bakal Sebar Ponsel & Pulsa Gratis untuk Siswa

Mantap Nih! Sri Mulyani Bakal Sebar Ponsel & Pulsa Gratis untuk Siswa

Selasa, 11 Agustus 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Biro KLI-Kemenkeu/ Bayu)

Merdekabelajar.my.id - Pandemi virus corona atau covid-19 memaksa semua masyarakat untuk melakukan aktivitas dengan menjaga jarak, bahkan hanya dengan beratap muka secara daring. Kegiatan ajar mengajar di sekolah pun kini mau tidak mau untuk sementara waktu hanya bisa dilakukan secara online.


Pemerintah pun berencana untuk memberikan stimulus kepada anak sekolah dalam bentuk pulsa hingga ponsel (handphone) untuk membantu pelajar yang berasal dari keluarga miskin.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, banyak pelajar yang berasal dari keluarga miskin kesulitan untuk mendapatkan pelajaran secara daring, karena tidak semuanya memiliki ponsel.


Oleh karena itu, pihaknya bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan merancang stimulus untuk para pelajar.


"Kami sedang pecahkan bersama kementerian terkait bagaimana kami bisa membantu," kata Sri Mulyani, Selasa (11/8/2020).


Sri Mulyani mendengar, banyak pelajar tidak mampu untuk membeli pulsa untuk mengakses pelajaran secara daring. Bahkan yang tidak sedikit juga para pelajar dari keluarga miskin memiliki ponsel.


"Sedang membahas, di mana mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa mendapatkan akses pembelajaran secara digital, karena teknologi, atau tidak punya HP atau gak bisa bayar pulsa," tutur Sri Mulyani.


Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kebijakan yang fleksibel di tengah pandemi. Salah satunya, penggunaan dana bantuan operasional sekolah.


Untuk diketahui, dana BOS saat ini dikirim langsung ke sekolah-sekolah tanpa melalui pemerintah daerah. Hal ini agar dana BOS cepat disalurkan dan dapat digunakan untuk berbagai macam penanganan dampak krisis pandemi corona. Dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk pembayaran guru honorer.


"100% fleksibilitas bisa digunakan untuk membayar kuota, data, atau pulsa para guru dan murid [...] yang tadinya 50% untuk honor guru dalam krisis ini dibuka restriksi. Jadi kepala sekolah bisa ada kesempatan mendukung guru yang mungkin sekarang butuh bantuan," kata Nadiem saat melakukan rapat bersama Badan Anggran DPR, Rabu (15/7/2020).

Sumber : cnbcindonesia