Tanpa Ponsel dan Listrik, Perjuangan Siswa Yatim untuk Belajar Online Ini Bikin Kapolres Siak Terenyuh

Tanpa Ponsel dan Listrik, Perjuangan Siswa Yatim untuk Belajar Online Ini Bikin Kapolres Siak Terenyuh

Selasa, 04 Agustus 2020

Kharisma Waruwu, siswa kelas VII SMP Negeri 2 Minas menerima sebuah handphone bantuan untuk belajar dari Kapolres Siak di rumahnya Jalan Banjar 11, Dusun Sarindo, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (2/8/2020). Dok Polres Siak.

Merdekabelajar.my.id_Di masa pandemi Covid-19, siswa sekolah terpaksa belajar dari rumah melalui daring atau online. 

Sayangnya, tidak semua siswa yang bisa ikut belajar secara online. Kendalanya, seperti tidak punya ponsel ataupun sulitnya jaringan internet. 

Seperti yang dialami Kharisma Waruwu (13), warga Jalan Banjar 11, Dusun Sarindo, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. 

Meski memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, tetapi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Minas ini tidak punya ponsel dan listrik. 

Sebab, orangtuanya tidak mampu untuk membelikan ponsel pintar tersebut. 

Selain itu, di rumah orangtuanya juga belum terpasang listrik. Sehingga, selama ini Kharisma hanya belajar dengan cahaya lampu pelita secara mandiri. 

Mendapat cerita yang menggugah hati ini, Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya yang diwakili anggotanya mengunjungi kediaman Kharisma, Minggu (2/8/2020). 

Kapolres yang diwakili Kasat Lantas Polres Siak, AKP Rosna Meilani memberikan bantuan ponsel android buat Kharisma. 

"Hari ini, saya beserta rombongan dari Polres Siak datang berkunjung ke rumah adik kita Kharisma untuk menyerahkan bantuan dari Bapak Kapolres. Kita sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Kharisma. Semoga bantuan ini dapat membantu Kharisma dalam proses belajar dan menambah semangatnya dalam menimba ilmu, terutama di masa pandemi Covid-19," ucap AKP Rosna kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Minggu. 

Dia mengatakan, bantuan satu unit ponsel android ini untuk membantu Kharisma belajar melalui online dari rumah. 

"Orangtua Kharisma tidak mempunyai handphone, karena tidak sanggup untuk membelinya," sebut Rosna. 

Selama belajar via online terkadang Kharisma harus numpang belajar ke rumah teman sekelasnya dengan menempuh jarak yang cukup jauh. Kharisma merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai buruh lepas di ladang orang lain. Sedangkan ibunya telah tiada. 

"Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat bagi Kharisma dan mendorong semangatnya dalam menimba ilmu," ucap Rosna. 

Kharisma sendiri mengaku sangat senang mendapat bantuan ponsel android tersebut. Dia pun berterima kasih kepada Polres Siak. 

"Terima kasih kami ucapkan kepada bapak Kapolres Siak yang telah sudi membantu kami. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Ibu Kasat Lantas Polres Siak beserta rombongan yang telah sudi datang berkunjung kerumah kami ini. Bantuan ini akan saya gunakan untuk belajar dengan lebih baik lagi," kata Kharisma.

Sumber : kompas