Cek Kartu Telkomsel, Kuota Internet dari Kemendikbud Siswa 35 GB, guru 42 GB, 50 GB Mahasiswa-Dosen

Cek Kartu Telkomsel, Kuota Internet dari Kemendikbud Siswa 35 GB, guru 42 GB, 50 GB Mahasiswa-Dosen

Senin, 14 September 2020

tribunnews

Merdekabelajar.my.id - Salah satu cara kemendikbud mendukung proses pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah ditengah pandemi Covid-19 pemerintah memberikan kuota internet gratis.

Kuota internet gratis diberikan melalui program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kemendikbud memberikan program subsidi kuota internet bagi guru dan murid, serta mahasiswa dan dosen.

Bantuan kuota yang diberikan yakni bagi pelajar adalah sebesar 35 GB per bulan dan guru sebesar 42 GB per bulan.

Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB per bulan.

Kemendikbud berencana memberikan subsidi kuota selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan yang menggunakan kartu Telkomsel?

Cara cek kartu

Denny Abidin selaku Vice President Corporate Communications Telkomsel menyampaikan untuk pelajar atau mahasiswa ataupun pengajar dapat melakukan pengecekan.

Kemudian mendaftarkan nomor Telkomselnya melalui admin ataupun perwakilan sekolah dan kampus.

Nantinya nomor tersebut akan didaftarkan di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Pihak sekolah/kampus akan mendaftarkan nomor ponsel Telkomsel beserta nomor siswa, mahasiswa, guru, dan dosen pada aplikasi Dapodik sebelum tanggal 11 setiap bulannya,” ujar Denny saat dihubungi Kompas.com Senin (14/9/2020).

Adapun khusus untuk bulan September 2020 pihaknya menjelaskan pendaftaran diperpanjang hingga 15 September 2020.

Denny mengatakan sejak awal pandemi, Telkomsel telah menghadirkan paket produk Ilmupedia dan Conference sebagai dukungan untuk kelancaran proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Adapun, untuk produk baru yang dihadirkan Telkomsel yakni Paket Kuota Belajar 10 GB dengan harga Rp 10.

Kuota ini untuk memudahkan akses layanan e-learning dan ratusan situs sekolah atau kampus, serta layanan konferensi video.

Untuk Paket Kuota Belajar 10 GB Rp 10 sendiri dapat dinikmati pengguna layanan prabayar Telkomsel sejak 21 Agustus hingga 31 Desember 2020 dengan mengakses aplikasi My Telkomsel atau menekan *363*844#.

Untuk informasi selengkapnya tentang informasi ini dapat dicek melalui link tsel.me/kuotabelajar

Bagi pengguna baru Denny menyampaikan Telkomsel juga menyediakan Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) bertanda khusus.

Keunggulan paket kuota belajar dan paket kuota data Renewal 11 GB senilai Rp 5.000.

Paket tersebut dapat diaktifkan berulang selama masa periode promo.

Kartu perdana bertanda khusus tersebut menurutnya bisa dibeli di sejumlah outlet reseller terdekat.

Anda cukup dengan mendaftarkan sekolah atau kampus melalui tautan tsel.me/perdanabelajar

Kuota Kemendikbud

Sementara itu, mengutip Kompas.com (12/9/2020) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani menyampaikan hingga Jumat (11/9/2020) 21,7 juta nomor ponsel siswa telah terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) dari 44 juta siswa.

Serta telah ada sebanyak 2,8 juta nomor dari 3,3 juta guru di Indonesia.

Adapun untuk mahasiswa nomor ponsel yang telah terdaftar ada sebanyak 2,7 juta nomor dari 8 juta mahasiswa.

Selain itu 161.000 dosen dari 250.000 dosen.

Evy menyebut program bantuan kuota diperuntukkan untuk memfasilitasi pembelajaran daring bagi guru, dan siswa di masa pandemi.

"Kebijakan bantuan kuota internet bagi guru, siswa, dosen, dan mahasiswa adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat terkait tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19," katanya sebagaimana dikutip Kompas.com (12/9/2020).

Dirinya menjelaskan implementasi kebijakan (pemberian kuota internet) bisa berjalan baik karena adanya kolaborasi pemerintah dan industri telekomunikasi.

"Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen industri yang menggambarkan kepekaan industri bahwa kondisi pandemi ini merupakan kesempatan bagi semua elemen bangsa untuk bergotong royong mengatasi permasalahan bangsa, termasuk pendidikan," terang Evy.

Sumber : tribunnews