Gantikan UN, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Mulai Diterapkan 2021, Guru Diminta Siap-siap

Gantikan UN, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Mulai Diterapkan 2021, Guru Diminta Siap-siap

Senin, 28 September 2020


Merdekabelajar.my.id - Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survei karakter ditetapkan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). AKM bakal dimulai pada 2021.
 
Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut penggunaan AKM masih harus disempurnakan. Perlengkapan fasilitas dan pelatihan guru untuk pelaksanaan AKM juga bakal diberikan sesegera mungkin.
 
"Namun ini, karena pertama kali tahun 2021 pasti banyak tantangan. Tapi insyaallah dengan dukungan kepala dinas kita bisa pastikan infrastruktur siap," ujar Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, secara virtual, Kamis, 3 September 2020.

Nadiem menyampaikan, AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa. Adapun kemerdekaan yang dimaksud adalah bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.
 
"AKM ini memerdekakan anak kita dari apapun. Bahwa pembelajaran bukan masalah menguasai materi, tapi kemampuan mengolah informasi dan kritis," jelas Nadiem.

Nadiem menilai pembelajaran yang tepat bagi siswa ialah pembelajaran yang tidak terlalu mudah, namun juga tidak terlalu sulit. Menurutnya, jika pembelajaran disamakan untuk semua siswa, maka proses pembelajaran yang tepat tidak akan terjadi.
 
"Jadi mengajar di kompetensi yang tepat itu bentuk memerdekakan. Semua siswa di indonesia bisa belajar karena tidak diseragamkan semua level kompetensi. Jadi itulah kemederekaan dalam kurikulum dan siswa menunjukan bernalar kritis tanpa menghapal begitu banyak informasi," katanya.
 
Pada 2021 pihaknya bakal mengalokasikan anggaran untuk penyempurnaan AKM sebesar Rp478,4 miliar. Rinciannya, sebanyak Rp358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi, dan Rp120,2 miliar untuk pendampingan pemerintah daerah terkait AKM.