JADWAL TERBARU Pencairan Bantuan Kuota Internet Gratis Program Nadiem Makarim untuk Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen

JADWAL TERBARU Pencairan Bantuan Kuota Internet Gratis Program Nadiem Makarim untuk Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 19 September 2020


Merdekabelajar.my.id - Pemerintah berencana menyalurkan bantuan kuota internet gratis untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen mulai pekan ini.

Diketahui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun untuk subisidi kuota internet.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam mengatakan, semua nomor handphone yang didaftarkan mahasiswa ke kampus untuk program bantuan subsidi kuota telah masuk sistem pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) dan data pokok pendidikan (Dapodik).

Rencananya bantuan kuota untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen akan mulai disalurkan pekan ini.

“Pekan ini bantuan kuota cair Insya Allah,” kata Nizam kepada Kontan, Selasa (15/9/2020).

Nizam mengatakan, jika semua proses lancar, penyaluran bantuan kuota tersebut bisa mulai disalurkan pekan ini.

Seperti diketahui, kuota yang akan diberikan untuk siswa 35 GB, Guru 40 GB, Mahasiswa 50 GB, dan Dosen 50 GB untuk setiap bulannya.

“Kalau semua lancar pekan ini sudah dilaksanakan,” ucap Nizam.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mengatakan, hal yang perlu diperhatikan pemerintah agar program ini tepat sasaran adalah cara mendata dan pihak yang mendata. Kemudian siapa saja yang dianggap berhak.

“Apakah semua siswa atau hanya mereka yang tidak mampu. Semua ini tentu harus masuk data dapodik, sehingga akan transparan nantinya siapa yang mendapatkan atau tidak mendapatkan,” kata Dede.

Sementara itu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji meminta nama-nama calon penerima bantuan harus dipublikasikan perguruan tinggi dengan harapan semua orang bisa mengawasi.

Sebab, program ini berpotensi menjadi program yang tidak efektif jika penerima bantuan tidak tepat sasaran.

“Ini untuk supaya tepat sasaran. Dana triliunan itu bisa menjadi pemborosan uang jika disalurkan tidak tepat sasaran,” kata Ubaid.

JPPI menyoroti pemberian bantuan kuota di daerah – daerah yang sarana prasarana pendukungnya tidak memadai.

Seperti di daerah-daerah yang jaringan listriknya tidak stabil atau bahkan yang tidak ada listrik.

Tentunya bantuan tersebut hanya diuntungkan bagi sekolah-sekolah atau peserta didik yang tinggal di daerah – daerah yang ada jaringan internetnya.

Sejak Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, seluruh proses kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan di rumah.

Seluruh peserta didik telah mengikuti pembelajaran jarak jauh sejak Maret 2020 lalu.

Banyak keluhan dari masyarakat, terutama soal kuota internet yang menjadi beban bagi orangtua.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kini dipimpin Nadiem Makarim akan memberikan subsidi kuota internet bagi guru dan murid, serta mahasiswa dan dosen.

Bantuan kuota yang diberikan yakni bagi pelajar adalah sebesar 35 GB per bulan dan guru sebesar 42 GB per bulan.

Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB per bulan.

Kemendikbud berencana memberikan subsidi kuota selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan yang menggunakan kartu Telkomsel?

Cara cek kartu

Dikutip dari Kompas.com, Denny Abidin selaku Vice President Corporate Communications Telkomsel menyampaikan untuk pelajar atau mahasiswa ataupun pengajar dapat melakukan pengecekan dan mendaftarkan nomor Telkomselnya melalui admin ataupun perwakilan sekolah dan kampus.

Nantinya nomor tersebut akan didaftarkan di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Pihak sekolah/kampus akan mendaftarkan nomor ponsel Telkomsel beserta nomor siswa, mahasiswa, guru, dan dosen pada aplikasi Dapodik sebelum tanggal 11 setiap bulannya,” ujar Denny saat dihubungi Kompas.com Senin (14/9/2020).

Adapun khusus untuk bulan September 2020 pihaknya menjelaskan pendaftaran diperpanjang hingga 15 September 2020.

Denny mengatakan sejak awal pandemi, Telkomsel telah menghadirkan paket produk Ilmupedia dan Conference sebagai dukungan untuk kelancaran proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Adapun, untuk produk baru yang dihadirkan Telkomsel yakni Paket Kuota Belajar 10 GB dengan harga Rp 10 untuk memudahkan akses layanan e-learning dan ratusan situs sekolah atau kampus, serta layanan konferensi video.

Untuk Paket Kuota Belajar 10 GB Rp 10 sendiri dapat dinikmati pengguna layanan prabayar Telkomsel sejak 21 Agustus hingga 31 Desember 2020 dengan mengakses aplikasi My Telkomsel atau menekan *363*844#.

Untuk informasi selengkapnya tentang informasi ini dapat dicek melalui link tsel.me/kuotabelajar

Bagi pengguna baru Denny menyampaikan Telkomsel juga menyediakan Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) bertanda khusus dengan keunggulan paket kuota belajar dan paket kuota data Renewal 11 GB senilai Rp 5.000.

Paket tersebut dapat diaktifkan berulang selama masa periode promo.

Kartu perdana bertanda khusus tersebut menurutnya bisa dibeli di sejumlah outlet reseller trdekat atau cukup dengan mendaftarkan sekolah atau kampus melalui tautan tsel.me/perdanabelajar

Kuota Kemendikbud

Sementara itu, mengutip Kompas.com (12/9/2020) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani menyampaikan hingga Jumat (11/9/2020) 21,7 juta nomor ponsel siswa telah terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) dari 44 juta siswa.

Serta telah ada sebanyak 2,8 juta nomor dari 3,3 juta guru di Indonesia.

Adapun untuk mahasiswa nomor ponsel yang telah terdaftar ada sebanyak 2,7 juta nomor dari 8 juta mahasiswa serta 161.000 dosen dari 250.000 dosen.

Evy menyebut program bantuan kuota diperuntukkan untuk memfasilitasi pembelajaran daring bagi guru, dan siswa di masa pandemi.

."Kebijakan bantuan kuota internet bagi guru, siswa, dosen, dan mahasiswa adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat terkait tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19," katanya sebagaimana dikutip Kompas.com (12/9/2020).

Dirinya menjelaskan implementasi kebijakan (pemberian kuota internet) bisa berjalan baik karena adanya kolaborasi pemerintah dan industri telekomunikasi.

"Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen industri yang menggambarkan kepekaan industri bahwa kondisi pandemi ini merupakan kesempatan bagi semua elemen bangsa untuk bergotong royong mengatasi permasalahan bangsa, termasuk pendidikan," terang Evy.

Sumber : tribunnews