Mendikbud : Kuota Internet Gratis untuk Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen Disalurkan Awal September 2020, Begini Cara Mendapatkannya

Mendikbud : Kuota Internet Gratis untuk Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen Disalurkan Awal September 2020, Begini Cara Mendapatkannya

Selasa, 01 September 2020

tribunnews

Merdekabelajar.my.id - Akses internet dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi kendala utama yang dihadapi orangtua siswa maupun pendidik saat ini.

Mereka mengaku keberatan dengan besarnya biaya internet, terlebih PJJ ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia hingga awal tahun 2021 mendatang.

Menjawab keresahan tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan berupa kuota internet kepada siswa dan mahasiswa serta guru dan dosen.

Internet gratis tersebut rencananya akan disalurkan mulai dari September 2020 hingga Desember 2020.

Para siswa nantinya akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar 35 giga byte (gb) per bulan, sedangkan guru menerima kuota internet sebesar 42 gb.

Sementara mahasiswa dan dosen akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar 50 gb per bulan.

Kabar baik itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Dikutip dari Kompas.com, Nadiem Makarim mengatakan bantuan tersebut merupakan solusi atas kendala kuota internet yang dialami siswa dan pendidik selama PJJ.

"Pulsa ini adalah (masalah) nomor satu," kata Nadiem di ruang rapat Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (28/8/2020).

Demi menjalankan program tersebut, Nadiem secara rinci telah menyiapkan anggaran dana sebesar Rp 8,9 triliun.

Dikutip dari Kompas.com, Nadiem Makarim mengatakan bantuan tersebut merupakan solusi atas kendala kuota internet yang dialami siswa dan pendidik selama PJJ.

"Pulsa ini adalah (masalah) nomor satu," kata Nadiem di ruang rapat Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (28/8/2020).

Demi menjalankan program tersebut, Nadiem secara rinci telah menyiapkan anggaran dana sebesar Rp 8,9 triliun.

"Kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi dosen sebesar Rp 1,7 triliun," kata Nadiem.

Nadiem menyebut, sumber anggaran tersebut berasal dari optimalisasi anggaran Kemendikbud serta dukungan anggaran Bagian Anggaran dan Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2020.

Sedangkan untuk subsidi kuota guru berasal dari dana realokasi anggaran Program Organisasi Penggerak, yang telah digeser waktu pelaksanaannya ke tahun 2021.

Selain dari dua lembaga di atas, bantuan lainnya berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

Bantuan ini dikhususkan bagi 56.115 sekolah negeri dan swasta yang paling membutuhkan dan diperkirakan sampai ke rekening sekolah di akhir Agustus 2020.

"Rp 3,2 triliun dialokasikan untuk dana BOS Afirmasi dan Kinerja yang akan disalurkan ke 31.416 desa/kelurahan yang berada di daerah khusus," tutur Nadiem.

Persyaratan Penerima Kuota Internet Gratis

Adapun kriteria daerah yang mendapatkan BOS Afirmasi dan Kinerja menurut Permendikbud Nomor 23 tahun 2020 serta Kepmendikbud Nomor 580 dan 581 Tahun 2020 adalah:

1. Terpencil atau terbelakang

2. Kondisi masyarakat adat yang terpencil.

3. Perbatasan dengan negara lain

4. Terkena bencana covid-19, bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.

Selanjutnya, kriteria sekolah yang mendapatkan dana BOS Afirmasi dan Kinerja berdasarkan Permendikbud Nomor 24 tahun 2020 dan Kepmendikbud Nomor 746/P/2020 adalah:

1. Sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih besar

2. Sekolah yang menerima dana BOS Reguler lebih rendah

3. Sekolah yang memiliki proporsi guru tidak tetap yang lebih besar

Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri menjelaskan cara mendapatkan bantuan kuota internet.

 1. Langkah pertama, siswa ataupun pendidik harus mendaftarkan nomor ponsel kepada pihak sekolah.

2. Pihak sekolah selanjutnya melakukan verifikasi nomor ponsel siswa dan guru.

3. Nomor ponsel yang terverifikasi kemudian dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan (dapodik).

4. Data dapodik tersebut akan memilah nomor ponsel siswa dan guru berdasarkan operator seluler.

5. Selanjutnya, setiap nomor ponsel siswa dan guru yang terdata akan diisi pulsa data Internet setiap awal bulan.

Jumeri mengungkapkan, bantuan kuota internet gratis tersebut akan dikirimkan ke nomor ponsel siswa dan guru pada awal September 2020.

"Nomor yang didaftarkan boleh memakai nomor orang tuanya. Kami berharap, orang tua nantinya mau membimbing dan mengawasi anak-anaknya," jelas Jumeri.

"Anak tidak boleh dibiarkan. Jadi kalau kuota habis untuk hal-hal lain diluar PJJ, ya bisa meminta kuota orang tuanya," jelas Jumeri.

Sementara, terkait bantuan kuota internet bagi mahasiswa dan dosen dijelaskan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam akan diberikan kepada seluruh mahasiswa aktif yang melakukan pembelajaran daring atau online.

Hanya saya, terkait skema pemberian bantuan serta syarat dan ketentuan mahasiswa penerima bantuan tersebut, Nizam mengatakan sedang dipersiapkan petunjuk teknisnya (Juknis).

"Teknisnya sedang kami siapkan, juknisnya. Yang jelas, syaratnya mahasiswa aktif dan mau menerima bantuan pulsa," ujar dia. (wartakotalive.com)