Tak Kantongi NUPTK, Guru Tak Dapat Kuota Internet Gratis

Tak Kantongi NUPTK, Guru Tak Dapat Kuota Internet Gratis

Kamis, 24 September 2020


Merdekabelajar.my.id - Belum meratanya bantuan subsidi kuota internet belajar di Kabupaten Mojokerto disebabkan karena penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada gelombang pertama September ini, pengisian paket data dilakukan sebanyak dua tahap.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Mujiati menjelaskan, pada penyaluran tahap pertama telah direalisasi mulai Selasa (22/9) hingga hari ini (24/9). Menurut dia, tahap perdana ini hanya diperuntukkan bagi data siswa yang sudah menuntaskan upload dokumen surat pernyataan pertanggung jawaban mutlak (SPTJM) dari sekolah. ”Tanpa SPTJM, pusat (kemendikbud) tidak akan memberikan paket data bagi siswa,” terangnya.

Dari total 83.668 nomor ponsel siswa yang terdaftar, belum seluruhnya memenuhi persyaratan tersebut. Akibatnya, penyaluran bantuan paket internet belum diterima secara merata ke peserta didik. Mujiati menyebutkan, sekolah saat ini tengah menutaskan proses upload SPTJM. Pengunggahan dokumen bermaterai 6.000 itu diberi batas akhir hingga Jumat (25/9) besok. Selanjutnya, masing-masing ponsel siswa akan dikirim kuota sebesar Rp 35 gigabyte (GB) untuk jenjang SD-SMP, serta 20 GB untuk jenjang PAUD di tahap dua. ”Nanti peng-inject-an mulai 28-30 September,” tandasnya.

Penyaluran kuota belajar bagi juga menyasar para pengajar. Hanya saja, bantuan paket internet untuk pembelajaran dalam jaringan (daring) tersebut tidak diterima seluruh guru. Karena sekadar diberikan bagi mereka yang mengantongi Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). ”Syarat pokoknya harus mempunyai NUPTK. Kalau tidak ada, tidak akan di-inject,” paparnya. Setiap pengajar mendapat jatah kuota sebesar 42 GB per bulan. Bantuan tersebut akan disalurkan secara berkala selama empat bulan atau hingga Desember mendatang.

Kuota terbagi menjadi dua jenis. Masing-masing adalah untuk kuota belajar 37 GB dan kuota umum hanya 5 GB.Demikian dengan yang diterima peserta didik. Dari total 35 GB, sebanyak 30 GB berupa kuota belajar.

Mujiati menyebutkan, kemendikbud telah menentukan beberapa situs dan aplikasi yang dapat diakses menggunakan bantuan paket internet tersebut. Masing-masing terdiri dari 19 aplikasi, 5 video conference, serta 22 alamat website.

”Kuota belajar hanya bisa untuk mengakses aplikasi dan situs pembelajaran saja. Kalau yang lain tidak bisa,” terang Mujiati.

Bantuan paket internet gelombang kedua atau Oktober juga bakal dilakukan selama dua tahap. Kuota internet berlaku selama 30 hari terhitung sejak diterima. Namun, pada penerimaan gelombang ketiga dan keempat akan dilakukan bersamaan. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk bulan November dan Desember. 

Sumber : jawapos