Update : Peringatan Keras Mendikbud Soal Belajar Tatap Muka di Sekolah Zona Hijau dan Kuning

Update : Peringatan Keras Mendikbud Soal Belajar Tatap Muka di Sekolah Zona Hijau dan Kuning

Rabu, 02 September 2020


Merdekabelajar.my.id - Pada rapat koordinasi (rakor) berama seluruh kepala daerah, Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta agar kesehatan dan keselamatan peserta didik jadi yang utama.

"Prinsip kebijakan pendidikan di masa Pandemi COVID-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum," ungkap Nadiem saat Rakor Virtual bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Daerah Se-Indonesia, Rabu 2 September 2020.

Untuk mewujudkan prinsip tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menghadapi masalah belajar mengajar selama masa pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah fleksibilitas sekolah untuk memiliki kurikulum sesuai kebutuhan, sebagaimana yang telah tertuang di Keputusan Mendikbud tentang Kurikulum pada Masa Darurat.

“Kemendikbud juga melakukan inisiatif membantu mengatasi kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan anak selama pembelajaran jarak jauh,” lanjut Nadiem.

Pelaksanaan pembelajaran di zona kuning dan hijau pun masih terus disesuaikan, termasuk evaluasi implementasi revsi SKB Empat Menteri yang diterbitkan pada 7 Agustus 2020 lalu.

Berdasarkan rilis resmi Kemendikbud, daerah zona oranye dan merah dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka, dan terut melakukan Belajar dari Rumah.

Nadiem menyebut, prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau akan dilakukan secara bertingkat, Pemda/kantor/kanwil Kementerian A gama dan sekolah memiliki wewenang untuk membuka pembelajaran tatap muka jika daerahnya sudah kuning atau hijau,

Namun, status zona hijau dan kuning bukan berarti institusi sekolah wajib melaksanakan tatap muka.

“Bukan berarti ketika sudah berada di zona hijau atau kuning, daerah atau sekolah wajib mulai tatap muka kembali ya,” tegas Nadiem.

Nadiem menyebut, evaluasi akan terus dilakukan demi melaksanakan prinsip menjaga kesehatan dan kesalamatan peserta didik.

Pihak Mendikbud akan tegas menutup kembali pelaksanaan pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus positif baru atau tingkat risiko daerah menadadak berubah jadi oranye atau mera

“Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 untuk memantau tingkat risiko COVID-19 di daerah,” tutup Nadiem.

Sumber : pikiran-rakyat.com