Menaker Beri Kabar Gembira Buat Seluruh Guru Honorer dan Guru Agama, Alhamdulillah...

Menaker Beri Kabar Gembira Buat Seluruh Guru Honorer dan Guru Agama, Alhamdulillah...

Kamis, 01 Oktober 2020


Merdekabelajar.my.id - Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menyatakan masih ada sisa anggaran bantuan subsidi upah (BSU).

Sisa anggaran bantuan subsidi upah nantinya akan dialihkan untuk membantu guru honorer.

Penyerahan bantuan ini akan dipantau oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Dilansir dari ANTARA, Menaker Ida dalam wawancara virtual perkembangan BSU mengiyakan keputusan tersebut

"Uang ini kami akan serahkan ke perbendaharaan negara selanjutnya akan direlokasi untuk bantuan penghasilan bagi guru honorer dan guru agama oleh Kemendikbud maupun Kemenag yang akan menjadi leading sector," kata Menaker Ida di Jakarta, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurut Ida, keputusan diatas sudah disampaikan kepada pemerintah.

Keputusan tersebut dibuat bertujuan untuk membantu guru honorer yang memang tidak termasuk dalam kategori penerima BSU sebelumnya.

Namun demikian Ida belum bisa memastikan secara pasti jumlah anggaran.

Dikarenakan menunggu pencairan subsidi gaji tahap IV dan V yang tahapannya masih berjalan hingga saat ini.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah sendiri sebelumnya mengucurkan dana Rp37.7 triliun untuk BSU.

"Setelah semuanya clear baru kami akan serahkan ke kas negara sisanya. Jadi angka persisnya sampai realisasi tahap ke-V selesai baru ketahuan," kata Ida.

Kemnaker sudah mencairkan BSU termin I untuk bulan September dan Oktober kepada 10,7 juta orang dalam pencairan tahap I-IV.

Data untuk pencairan tahap V sebanyak 615.288 calon penerima sudah diberikan BPJS Ketenagakerjaan pada 29 dan 30 September 2020.

Sampai dengan akhir batas pengumpulan data di akhir September, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima 12,4 juta data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Meski sebelumnya menargetkan akan memberikan BSU kepada 15,7 juta pekerja yang berpendapatan di bawah Rp5 juta,tapi sampai akhir pada September BPJS Ketenagakerjaan menerima 14,8 juta data.

Dari jumlah tersebut 2,4 juta data tidak lolos verifikasi karena tidak lolos syarat penerima subsidi upah.***