Nadiem Sebut Peran Guru Sangat Mulia di Masa Pandemi

Nadiem Sebut Peran Guru Sangat Mulia di Masa Pandemi

Jumat, 09 Oktober 2020


Merdekabelajar.my.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengapresiasi kegigihan guru dalam mengajar di masa pandemi Covid-19.

“Guru memiliki peran yang sangat mulia di masa pandemi. Mereka tidak hanya memastikan kelangsungan pembelajaran, tetapi berperan lebih dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan murid mereka,” kata Nadiem saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Guru Sedunia yang berlangsung secara virtual, dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kemendikbud RI, Kamis (8/10/2020).

Menurut Nadiem, para guru juga tidak hanya gigih bergerak sendiri, tetapi bergerak secara kolektif dalam menemukan solusi dan inovasi pembelajaran.

“Kepemimpinan para guru dalam masa sulit ini serta kesanggupan mereka untuk tetap menyiapkan masa depan bagi para murid, bahkan bagi murid yang termasuk kelompok rentan, patut kita apresiasi setinggi-tingginya,” jelas Nadiem.

Dirinya menjelaskan, pandemi mengajarkan bahwa nilai utama dari proses pembelajaran adalah interaksi sosial. Hal ini tidak bisa digantikan dengan teknologi. Meski demikian, dirinya berharap para guru bisa memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan kemampuan mengajar.

Guna menanggapi tantangan tersebut, Kemendikbud telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan kemampuan guru. Di antaranya adalah program Guru Belajar untuk membantu guru melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sesuai dengan kondisi pandemi. Kemendikbud juga telah memberikan pelatihan berbasis TIK kepada 60.000 guru.

“Belajar dan berbagi merupakan kunci agar bisa menghadapi tantangan bersama. Saya mengajak insan pendidikan untuk menjadikan laboratorium bersama untuk menemukan solusi-solusi serta inovasi-inovasi,” lanjut Nadiem.

Mendikbud menjelaskan fokus pendidikan adalah murid.

“Karena saya percaya investasi paling berharga adalah sumber daya manusia dan tidak terkecuali investasi untuk para guru, melalui kebijakan rekrutmen, pengembangan pendidikan, peningkatan profesionalisme serta kesejahteraan guru yang terus kami perjuangkan,” pungkas Nadiem.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril juga mengapresiasi perjuangan guru di masa pandemi Covid-19.

“Di tengah keterbatasan sarana dan teknologi, guru-guru Indonesia baik di daerah 3T maupun perkotaan berkreasi mencari jalan keluar agar siswanya tetap dapat menerima pembelajaran. Pengalaman berharga ini perlu kita dokumentasikan melalui penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),” kata Iwan.

Menurut Iwan, RPP yang telah dikembangkan dan teruji efektivitasnya perlu disebarluaskan kepada guru lainnya melalui platform Guru Berbagi. Harapannya, hal ini bisa memantik motivasi guru lainnya untuk turut berinovasi dan bergotong royong dalam menemukan praktik baik pembelajaran.

“Guru Berbagi bersifat dua arah. Mereka bisa berbagi ide dan mendapatkan ide. Kami mengajak semua guru, komunitas pendidikan, dan penggerak pendidikan untuk mencoba ide-ide baru yang selama ini belum terpikirkan,” kata Iwan.