Pemerintah Siap Menyalurkan BLT Guru Honorer ke Rekening BNI, Mandiri, BRI, dan Bank BCA, CIMB Niaga, Danamon

Pemerintah Siap Menyalurkan BLT Guru Honorer ke Rekening BNI, Mandiri, BRI, dan Bank BCA, CIMB Niaga, Danamon

Kamis, 22 Oktober 2020


Merdekabelajar.my.id - Kini guru honorer dan tenaga pendidik honorer di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) bakal mendapatkan dana bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta dari pemerintah. Namun, kapan kepastian cair?

Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sudarso mengatakan, pemerintah bakal segera menyalurkan BLT atau BSU ke rekening Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yakni BNI, Mandiri, BRI, dan Bank BCA, CIMB Niaga, Danamon dan swasta lainnya setelah finalisasi rampung.

“Saat ini, Kemendikbud dan Kementerian Agama sedang merumuskan kajian dan melakukan finalisasi untuk penyaluran program bantuan subsidi gaji bagi guru, dosen, dan tenaga kependidikan,” katanya dalam webinar di YouTube Kemenkeu RI, yang dikutip Jumat(20/10/2020).

Meski demikian, Sudarso tidak dapat menjabarkan proses kajian lebih lanjut di Kemendikbud dan Kemenag terkait BLT atau BSU Rp1,2 juta untuk guru honorer dan tenaga pendidik honorer tersebut. Menurutnya, penyaluran bantuan akan menambah jumlah penerima BLT atau BSU yang sebelumnya hanya menyasar kalangan pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta.

“Untuk melengkapi melengkapi subsidi gaji yang disalurkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker),” ujarnya.

Semula, pemerintah menargetkan sebanyak 15,7 juta pekerja dan buruh formal akan menerima dana dari BLT atau BSU Rp1,2 juta. Namun, setelah dilakukan validasi dan verifikasi hanya 12,41 juta calon penerima yang lolos.

Dengan begitu, tersisa anggaran untuk sekitar 3 juta calon penerima. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan sisa anggaran penyaluran dana BLT atau BSU yang tidak mencapai target awal itu akan diserahkan kembali ke kas negara.

Guru dan tenaga pendidik honorer nantinya mendapatkan dana BLT atau BSU jika telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Di antaranya, guru dan tenaga pendidik honorer harus terdaftar dalam data Kemendikbud dan Kemenag.

Selain itu, guru dan tenaga pendidik honorer juga harus tercatat aktif pada Semester I 2020-2021 dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Kemenag. Lalu, guru honorer ini juga harus terdaftar di Dapodik dan PDDikti, serta sedang tidak mendapat bantuan sosial lain seperti Kartu Prakerja hingga Banpres UMKM.

Meskipun rencana ini telah digaungkan oleh Menaker, tetapi jadwal untuk penyaluran dana BLT atau BSU guru dan tenaga pendidik honorer tersebut masih belum diungkapkan. Sebab, sampai saat ini proses pendaftaran hingga validasi peserta masih dilakukan.

Ayojakarta pun belum mengetahui mekanisme penyaluran BLT atau BSU kepada guru honorer. Sebagai perbandingan, berikut ini aluran pencairan bantuan pemerintah kepada pekerja dan buruh formal yang tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta:

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.

3. BP Jamsostek melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

4. Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

5. Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melakukan check list.

6. Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

7. KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

8. Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antar bank.