Psikolog : Buat Guru dan Orangtua, Ini Cara Agar Anak Tidak Stres dan Tertekan Karena Belajar dari Rumah

Psikolog : Buat Guru dan Orangtua, Ini Cara Agar Anak Tidak Stres dan Tertekan Karena Belajar dari Rumah

Minggu, 04 Oktober 2020


Merdekabelajar.my.id - Belajar jarak jauh atau daring berpotensi memunculkan stres pada anak. Ini terjadi bila tidak ada pendampingan orang tua di rumah.

Dampak belajar daring yang telah berjalan lebih tujuh bulan berdampak pada psikologis anak. Mulai dari rasa bosan dengan aktivitas di rumah saja, anak juga dituntut beradaptasi belajar dari rumah yang berbeda dengan di kelas.

"Sehingga hal-hal seperti ini bisa menimbulkan kondisi tertekan pada psikis anak dan berpotensi munculnya stres pada anak," kata Staf Sub-bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar, Lyly Puspa Palupi saat dikonfirmasi di Denpasar, seperti dilansir Antara, Minggu (4/10).

Belajar secara daring juga dirasakan sulit untuk diikuti oleh sebagian anak-anak yang membutuhkan penjelasan melalui interaksi langsung dengan guru. Hal lain adalah hilangnya kesempatan bermain dengan teman sebaya yang menjadi salah satu hal yang menyenangkan bagi anak usia sekolah.

Selama pelaksanaan belajar dari rumah, para siswa juga memperoleh tugas sekolah. Jika dalam pengerjaannya, tugas sekolah dominan diselesaikan oleh orang tuanya, tentu akan menimbulkan dampak ke depannya.

Dampaknya, anak akan mengalami ketergantungan pada bantuan orang lain. Selain itu, kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas dan cenderung menjadi anak yang kurang percaya diri.

Suatu hari nanti anak akan kembali belajar di sekolah. Dia harus mengerjakan tugas-tugas sendiri. Jika tidak dilatih untuk mandiri dan percaya diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya di rumah, maka dikhawatirkan akan sulit beradaptasi saat harus belajar di sekolah.

"Lalu, kalau PR atau tugas dikerjakan oleh orang tua, hasil belajar atau nilai yang diperoleh anak tidak mencerminkan kemampuan anak sesungguhnya," ucap Lyly.

Karena itu, untuk menjaga kesehatan mental untuk anak, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, melakukan aktivitas belajar sesuai dengan jadwal dari sekolah atau tidak menunda-nunda.

Kedua, sediakan waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, misalnya bermain, baca buku yang disukai, main game, olahraga, menghabiskan waktu bersama kakak atau adik agar anak bisa relaks sesudah belajar.

"Jika mengalami kesulitan dalam belajar, bisa bertanya atau diskusi dengan guru atau teman melalui chat online atau bisa belajar dari pengetahuan di internet. Belajarlah di tempat yang nyaman, tenang sehingga bisa fokus dan konsentrasi," katanya.

Sedangkan bagi para orang tua, disarankan untuk tetap tenang dalam mendampingi anak belajar di rumah, kemudian mengatur waktu orang tua antara untuk mendampingi anak belajar dengan waktu bekerja atau mengurus rumah.

Dia juga menyarankan, jika orang tua mengalami kesulitan atau kendala dalam mendampingi anak, agar tidak ragu berdiskusi dengan guru. Serta pahami tingkat kemampuan belajar anak. Tak kalah penting, sesuaikan dengan target atau nilai yang diperoleh anak.

"Jangan paksa anak untuk mencapai target atau nilai yang melampaui kemampuannya. Di masa pandemi ini, kesehatan fisik dan psikis sangat penting untuk tetap dipertahankan dan dirawat. Jadi, orang tua dan anak bisa menjalani proses belajar jarak jauh ini sebaik mungkin dan tidak menambah beban psikis," katanya. [noe]