Fix ! Ini Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Guru dan Tenaga Honorer Kemendikbud dan Kemenag

Fix ! Ini Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Guru dan Tenaga Honorer Kemendikbud dan Kemenag

Rabu, 11 November 2020


Merdekabelajar.my.id - Tak lama lagi subsidi gaji untuk tenaga honorer pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non PNS cair.

Pencairannya setelah subsidi gaji untuk karyawan selesai.

Bantuan tersebut disalurkan kepada 1,9 juta PTK, termasuk di dalamnya adalah guru-guru honor yang belum mendapatkan subsidi gaji dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

"Semoga pada bulan November sudah dapat mencairkan kepada PTK tersebut," kata Sesditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nunuk Suryani.

Dia menjelaskan, Kemendikbud bersama BPJS Ketenagakerjaan baru saja menyelesaikan pendataan.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui PTK yang tidak masuk ke dalam program subsidi upah dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) karena bukan anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Hal serupa juga akan disalurkan untuk tenaga honorer dibawah Kementrian Keagamaan (Kemenag).

Berdasarkan informasi yang diunggah Twitter @Kemenag_RI, ada 745.415 tenaga pendidik yang ada di bawah Kemenag, diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapat bantuan subsidi gaji.

Mereka adalah pengajar non-PNS yang telah tervalidasi oleh Badan Penyedian Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Saat ini proses validasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sudah selesai dan masih dalam proses pengajuan ke Kemenkeu.

"Alhamdulillah proses validasi oleh BPJS sudah selesai. Ada 745.415 guru, tenaga kependidikan, dan dosen bukan PNS binaan Kementerian Agama yang tervalidasi. Saat ini, hasil validasi BPJS sedang diajukan ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan bantuan subsidi gaji," kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK) Madrasah Kemenag, M. Zain.

Ia mengungkapkan Menteri Agama Facrul Razi telah menyampaikan surat pengusulan itu kepada Menteri Koorditor Bidang Perekonomian sejak 19 Oktober 2020.

Dalam pengusulan itu, semula terdapat 864.840 orang tenaga pendidik yang namanya diajukan. Namun, setelah dilakukan verifikasi BPJS Ketenagakerjaan jumlahnya menyusut menjadi 745.415 orang.***