Mendikbud Nadiem Beri Kabar Baik, SYARAT Guru Honorer jadi PPPK 2021 DIPERMUDAH. Berikut Updatenya !

Mendikbud Nadiem Beri Kabar Baik, SYARAT Guru Honorer jadi PPPK 2021 DIPERMUDAH. Berikut Updatenya !

Sabtu, 05 Desember 2020


Merdekabelajar.my.id - Pemerintah berencana melakukan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mereka yang akan direkrut adalah para guru honorer. Kuotanyapun cukup besar yakni 1 juta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh guru honorer K2, nonkategori, pengajar di sekolah swasta, dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

Untuk usia yang bisa mendaftar adalah 20 sampai 59 tahun.

Menariknya, Kemendikbud tidak mematok syarat yang sulit bagi calon pendaftar. 

Seluruh guru honorer dan lulusan PPG yang belum bekerja bisa mendaftar.

Kemendikbud juga tidak mensyaratkan sertifikat pendidik (Serdik).

Hanya guru sesuai kualifikasi pendidikan (ijazahnya linear) yang disyaratkan.

"Guru matematika, maka ijazahnya harus sarjana pendidikan matematika. Guru bahasa Inggris, maka ijazahnya harus sarjana pendidikan bahasa Inggris. Yang bisa ikut adalah guru-guru honorer K2, nonkategori, dan guru swasta yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (dapodik) serta lulusan PPG," kata Dirjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril, Kamis 26 November 2020.

Kebijakan ini lanjutnya, agar seluruh guru honorer terutama di sekolah negeri maupun lulusan PPG yang belum pernah mengajar bisa ikut berkompetisi.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarimmenyatakan tidak ada pembatasan kapasitas jumlah peserta.

“Jadi tidak ada lagi prioritas, siapa yang lebih duluan. Semuanya boleh mengambil tes, yang lulus boleh menjadi PPPK,” ungkap Nadiem saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan pemulihan ekonomi di Kantor Presiden, Rabu 25 November 2020.

Untuk tesnya sendiri, imbuhnya, akan dilaksanakan secara online sehingga semua guru honorer yang ada bisa mengikuti asalkan sesuai kriteria menjadi peserta.

Jika gagal pada tes pertama, bisa mengulang tes kedua dan ketiga. “Jadi saya harus merubah pola pikirnya, sudah tidak ada dahulu-dahuluan lagi. Semuanya bisa mengambil, pada 2021, bahkan bukan cuma sekali. Mereka bisa mengambil totalnya tiga kali mengambil, jadi kalau gagal, bisa mencoba lagi,” lanjut Nadiem.***