Seleksi PPPK 2021 Dibuka 1 Juta Formasi, Kemendikbud Sebut Indonesia Miliki 700.000 Guru Honorer

Seleksi PPPK 2021 Dibuka 1 Juta Formasi, Kemendikbud Sebut Indonesia Miliki 700.000 Guru Honorer

Rabu, 16 Desember 2020


Merdekabelajar.my.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mencatat ada lebih dari 700 ribu guru honorer di Indonesia. Angka itu mampu mengatasi kuota kebutuhan guru 1 juta lebih di 2021. 

"Maka dari itu, seleksi 1 juta guru honorer menjadi guru PPPK ini, memang ditujukan untuk memenuhi kuota kebutuhan guru di tahun 2021 yang mencapai lebih dari 1 juta," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Nunuk Suryani melansir laman Ditjen GTK Kemendikbud, Rabu (16/12/2020). 

Selain itu, langkah pengangkatan 1 juta guru PPPK juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru honorer di sekolah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam sistem pendidikan nasional. 

Belum lagi, kata Nunuk, ke depannya akan terdapat beberapa guru yang menghadapi masa pensiun. Sehingga jika diakumulasikan pemenuhan kebutuhan guru sampai tahun 2024 mencapai lebih dari 1,3 juta guru dan tenaga pendidik. 

Memang, kata dia, seleksi ini wajib dan mutlak harus dilakukan. Karena, program ini dapat memberikan kesempatan bagi guru honorer yang sudah tercatat di BKN, Dapodik dan tidak harus memiliki MMPK serta guru-guru yang sudah mempunyai sertifikat pendidik atau sudah lulus sertifikat profesi guru tapi tidak mengajar. 

"Prioritas saat ini juga untuk guru honorer di sekolah negeri," tambahnya. 

Program seleksi bagi guru honorer menjadi PPPK ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengaturan lebih rinci diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Sosialisasi seleksi guru PPPK 

Demi memenuhi 1 juta guru honorer menjadi PPPK di tahun 2021, Kemendikbud mengaku saat ini sedang gencar melakukan koordinasi dan sosialisasi. Kota Semarang dipilih menjadi wilayah yang menaungi 70 Kabupaten/Kota tersebar di 4 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. 

"Harapan kami proses koordinasi dan sosialisasi di 5 wilayah dapat mempermudah penyusunan dan pemetaan formasi guru sesuai kebutuhan wilayah masing-masing, hingga memenuhi target yang telah dicanangkan," kata Nunuk. 

Dia menjelaskan, Kemendikbud menggelar rangkaian koordinasi dan sosialisasi program satu juta guru honorer menjadi PPPK di 5 wilayah, yang meliputi Region Batam, Makassar, Bali, Semarang, dan Yogyakarta. 

"Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan dorongan kepada pemerintah daerah agar mengajukan formasi guru sesuai dengan kebutuhannya. Selain hal itu, untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah terkait teknis perekrutan," tutur dia. 

100 ribu guru honorer telah mendaftar 

Kepala Pusat Perencanaan Kebutuhan ASN Badan Kepegawaian Negara (ANNA), Anna Hasnah Hasaruddin menyampaikan terkait kebutuhan SDM aparatur, Kementerian PAN-RB mencanangkan beberapa rencana sesuai dengan kebijakan pengadaan CASN. Untuk program prioritas di tahun 2021 akan diprioritaskan di beberapa hal yaitu Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan, dan Tenaga Medis. 

"Kita tahu bersama tenaga guru kekurangan cukup besar, walaupun kita juga menyadari masih ada beberapa isu yakni ada beberapa tenaga guru yang berlebih di satu sekolah yang sebenarnya masih bisa didiskusikan terlebih dahulu," ujar Anna. 

Anna menambahkan sampai dengan 31 Agustus 2020, baru ada sekitar 100 ribu yang mendaftar, sehingga diperpanjang sampai Desember 2020. Kemudian nantinya akan ada informasi dan verifikasi dari beberapa kementerian yang berkaitan dengan program tersebut. 

"Intinya pada 2021 seluruh guru melalui jalur PPPK, kemudian dapat dilakukan usulan kembali terhadap para peserta yang sudah didaftarkan dengan mempertimbangkan beberapa hal agar tidak terjadi kesalahan selama proses seleksi," tukas Anna.